Pemkab Bantul Anggarkan Rp4,6 Miliar untuk Mobil Tes PCR

Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja - Bhekti Suryani.
11 September 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan tahun ini akan membeli mobil layanantes polymerase chain reaction (PCR). Anggaran pengadaan mobil tersebut sudah masuk dalam APBD Perubahan sebesar Rp4,6 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah menyetujui usulan Dinas Kesehatan terkait pengadaan mobil keliling tes swab. “Anggaran sudah dikeluarkan [Disetujui] Rp4,6 miliar,” kata Helmi, Jumat (11/9/2020).

Helmi mengatakan pengadaan mobil keliling tes PCR penting untuk mempercepat tes massal dan pemetaan penularan Coronavirus Disease (Covid-19) di Bantul. Sebab, selama ini diakuinya laboratorium pemeriksaan spesimen swab di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) kewalahan.

BACA JUGA: Suami Kerja Tak Dibayar, Ratusan Istri Tidur di Kantor Perusahaan Sawit

Pihaknya ingin penanganan Covid-19 ini maksimal sehingga tes spesimen juga harus diperluas dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, sebelumnya mengatakan mobil PCR dinilai lebih efektif dan bisa langsung mendatangi warga yang harus menjalani uji swab yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 ataupun uji swab masal, karena menunggu swab dari laboratorum selama ini lama.

“Jadi kondisi saat ini jumlah pasien Covid-19 terus bertambah sedangkan laboratorium terbatas sehingga waktu keluarnya hasil uji swab juga bertambah panjang. Kita berpacu dengan waktu agar uji swab segera keluar dan sehingga penanganan pasien positif Covid-19 lebih cepat,” kata Agus.