Laga 72 Menit Berakhir, Yusuf Gagal ke Babak Utama Malaysia Masters
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
Ilustrasi petugas melakukan tes swab./ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha\n
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan terus memasifkan uji usap ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkab Bantul.
Tujuan uji usap sebagai upaya mencegah terjadinya klaster perkantoran dan upaya mendeteksi dini terkait pencegahan serta penularan Covid-19.
“Mulai kemarin sudah jalan. Disdikpora dan Dishub, sudah ada sekitar 200an orang,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo, Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Polisi Susuri Jalan Malioboro Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan
Menurut Agus, selain dua Dishub dan Disdikpora, uji usap juga akan diterapkan untuk OPD lainnya di lingkungan Pemkab Bantul. Utamanya, untuk OPD yang langsung berhubungan dan melakukan pelayanan langsung kemasyarakat.
“Dua minggu ini kami gelar. Harapannya, tidak hanya semua OPD tetapi juga sampai tingkat kecamatan dan kelurahan nantinya,” terang Agus.
Agus menyatakan, jawatannya sengaja melalukan uji usap ke OPD di Pemkab Bantul dengan tujuan untuk mendeteksi dini persebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain itu, langkah uji usap dinilai efektif untuk mencegah adanya klaster perkantoran.
Baca juga: Pemkot Jogja Pilih-Pilih Gedung Sebelum Putuskan Lokasi Shelter Pasien Covid-19
“Kami tidak ingin tertulari dan menulari. Jangan sampai ada klaster perkantoran dan klaster pelayanan publik,” papar Agus.
Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis mengakui jika saat ini pihaknya tengah melakukan uji usap massal untuk OPD di lingkungan Pemkab Bantul. Tes ini menyasar semua ASN, utamanya yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan melakukan pelayanan.
“Ini langkah kami untuk antisipasi. Apalagi saat ini banyak orang tanpa gejala,” kata Helmi.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, jika saat ini uji usap yang dilakukannya masih bergantung kepada kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPTKLPP). Karena adanya keterbatasan kuota penelitian uji usap.
Namun, setelah dua bulan mendatang, uji usap di Bantul tidak akan terlalu mengandalkan BPTKLPP. Sebab, mobil layanantes polymerase chain reaction (PCR) senilai Rp4,6 miliar dari APBD Perubahan siap digunakan.
“Kenapa mobil? Mobil PCR ini lebih efektif dan bisa langsung mendatangi warga yang harus menjalani uji usap. Dites hari itu, hasil juga keluar hari itu juga. Pakai mobil PCR hanya butuh waktu satu jam. Sehari bisa tes 450 sehari,” ucap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.