Cegah Covid-19 Klaster Perkantoran, Bantul Gelar Uji Swab Massal di Sejumlah OPD

Ilustrasi petugas melakukan tes swab. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha\\n
17 September 2020 09:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan terus memasifkan uji usap ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemkab Bantul.

Tujuan uji usap sebagai upaya mencegah terjadinya klaster perkantoran dan upaya mendeteksi dini terkait pencegahan serta penularan Covid-19.

“Mulai kemarin sudah jalan. Disdikpora dan Dishub, sudah ada sekitar 200an orang,” kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: Polisi Susuri Jalan Malioboro Imbau Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut Agus, selain dua Dishub dan Disdikpora, uji usap juga akan diterapkan untuk OPD lainnya di lingkungan Pemkab Bantul. Utamanya, untuk OPD yang langsung berhubungan dan melakukan pelayanan langsung kemasyarakat.

“Dua minggu ini kami gelar. Harapannya, tidak hanya semua OPD tetapi juga sampai tingkat kecamatan dan kelurahan nantinya,” terang Agus.

Agus menyatakan, jawatannya sengaja melalukan uji usap ke OPD di Pemkab Bantul dengan tujuan untuk mendeteksi dini persebaran Covid-19 di wilayahnya. Selain itu, langkah uji usap dinilai efektif untuk mencegah adanya klaster perkantoran.

Baca juga: Pemkot Jogja Pilih-Pilih Gedung Sebelum Putuskan Lokasi Shelter Pasien Covid-19

“Kami tidak ingin tertulari dan menulari. Jangan sampai ada klaster perkantoran dan klaster pelayanan publik,” papar Agus.

Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis mengakui jika saat ini pihaknya tengah melakukan uji usap massal untuk OPD di lingkungan Pemkab Bantul. Tes ini menyasar semua ASN, utamanya yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan melakukan pelayanan.

“Ini langkah kami untuk antisipasi. Apalagi saat ini banyak orang tanpa gejala,” kata Helmi.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, jika saat ini uji usap yang dilakukannya masih bergantung kepada kemampuan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BPTKLPP). Karena adanya keterbatasan kuota penelitian uji usap.

Namun, setelah dua bulan mendatang, uji usap di Bantul tidak akan terlalu mengandalkan BPTKLPP. Sebab, mobil layanantes polymerase chain reaction (PCR) senilai Rp4,6 miliar dari APBD Perubahan siap digunakan.

“Kenapa mobil? Mobil PCR ini lebih efektif dan bisa langsung mendatangi warga yang harus menjalani uji usap. Dites hari itu, hasil juga keluar hari itu juga. Pakai mobil PCR hanya butuh waktu satu jam. Sehari bisa tes 450 sehari,” ucap Agus.