Pemdes Margodadi Carikan Lahan untuk Ganti Lokasi SMK yang Terdampak Tol Jogja

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
21 September 2020 20:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Desa Margodadi tengah mencarikan lahan pengganti lokasi dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terdampak Tol Jogja-Bawen. Saat ini, proses musyawarah masih berjalan.

Lurah Margodadi, Subandi menuturkan ada tiga dusun yang terdampak Tol Jogja-Bawen, yaitu Dusun Kadipiro, Mranggen, dan Druju. Dari 76 bidang di Desa Margodadi yang terdampak trase tol, tiga di antaranya merupakan tanah kas desa.

"Hari ini tahapan konsultasi publik, untuk kerelaan warga Alhamdulillah rela semua. Secara by name tercatat ada 76 bidang yang terdampak trase tol," kata Subandi pada Senin (21/9/2020).

Subandi menambahkan tiga tanah kas desa yang terdampak Tol Jogja-Bawen seluruhnya merupakan fasilitas umum, seperti lapangan dan sekolah. Pihaknya masih berupaya mencarikan lahan pengganti untuk ketiga bidang fasilitas umum ini.

Terkait lokasi sekolah yaitu SMK 17 Seyegan yang terdampak trase tol ini, Subandi menyatakan pihak sekolah sudah meminta pihak Dusun Mranggen untuk difasilitasi dalam pencarian lahan pengganti sekolah. Saat ini, sekolah kejuruan ini terletak di Dusun Druju.

"Surat dari Yayasan SMK 17 Seyegan ke Pemdes sudah ada dan meminta untuk pindah lokasi dengan difasilitasi Pemdes, tapi saya baru mau musyawarah dengan perangkat desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa)," kata dia.

Menurutnya, area SMK ini yang terdampak tol hanya sebagian kecil. Namun, pihak yayasan berkehendak untuk memindahkan area sekolah ini ke lokasi lain. Kepada wartawan, Subandi mengatakan sebenarnya sudah memiliki calon lahan yang akan diusulkan sebagai lokasi pengganti sekolah ini. Terlebih, menurutnya lahan pengganti sekolah ini luasanya harus berkisar 2,5-3 ribu meter, sehingga ia mengusulkan lahan di sebelah barat Dusun Mranggen.

Ia menambahkan saat ini warga Margodadi yang terdampak trase Tol Jogja-Bawen seluruhnya merelakan lahannya untuk dijadikan proyek tol. Ia berharap, dalam tahapan pembayaran ganti untung yang diproyeksikan pada Juli 2021 mendatang benar-benar memberikan keuntungan bagi warga terdampak.

Sebelumnya, Kepala SMK 17 Seyegan, Eni Pujriasi mengatakan sekolah itu punya luasan 2.100 meter persegi. "Yang kena satu pertiga bagian sekolah," kata dia saat ditemui pada tahapan sosialisasi di Desa Margodadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ruang yang terdampak yaitu sejumlah ruang laboratorium, kantin, dapur, dan area parkir. Saat ini sekolah tersebut dihuni oleh 182 siswa. Ia harap, pembangunan tol tidak akan mengganggu pembelajaran.

"Kami optimis lembaga pendidikan diperhatikan. Kalau lembaga pendidikan dekat jalan itu ada bising, nggak nyaman," ujarnya.