Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) bersama warga yang dilatih pertanian perkotaan, beberapa waktu lalu.-Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kebiasaan masyarakat di dunia. Ketakutan terhadap penyebaran Covid-19 yang cukup cepat membuat masyarakat mengehentikan aktivitas bersama di luar rumah, termasuk di daerah perkotaan di Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman.
Kegiatan berkebun di daerah perkotaan yang sudah menjadi rutinitas bagi warga Kelompok Tani Dewasa (KTD) WIjaya Kusuma ini sempat terhenti di awal pandemi Covid-19. Namun, mulai bergerak kembali ketika hadir program pendampingan pengabdian masyarakat dari Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY).
Kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian UPNVY ini diketuai Tuti Setyaningrum dengan anggota Sari Virgawati dan Maftuh Kafiya. Kegiatan yang mengambil tema Pengembangan Pertanian Perkotaan di Kelurahan Demangan Yogyakarta dengan Biofarmaka sebagai Suplemen Imunitas Tubuh ini dilaksanakan mulai Juli lalu. “Empon-empon yang merupakan tanaman biofarmaka juga dapat ditanam di area yang sempit perkotaan menggunakan polybag,” ungkap Tuti dalam rilis kepada Harian Jogja, Selasa (22/9/2020).
Selaras dengan hal tersebut, KTD Wijaya Kusuma yang telah berdiri sejak 2016 merupakan contoh nyata pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan sempit di area perkotaan untuk bercocok tanam dan beternak secara mandiri.
KTD Wijaya Kusuma yang diketuai Wijaya dengan jumlah anggota 25 orang ini telah memiliki puluhan koleksi tanaman yang terdiri dari tanaman sayuran dan tanaman herba yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan warga di sekitar.
Menurut Wijaya, walaupun lahannya sangat terbatas, pemanfaatannya cukup optimal yang dibuktikan dengan koleksi tanaman yang beragam, budidaya ikan lele pada drum serta kegiatan pembuatan pupuk organik.
“Konsumsi empon-empon secara berkala sangat baik bagi tubuh. Warga sudah merasakannya sendiri, selama pandemi COVID-19, ketika rutin mengonsumsi empon-empon, tidak pernah terserang flu dan batuk,” tuturnya.
Beberapa koleksi tanaman empon-empon yang ada di KTD Wijaya Kusuma adalah jahe merah, kunir putih, dan kunyit. Akan tetapi terdapat kendala dalam melakukan perawatan dan budi daya terutama pada jahe merah yaitu daunnya banyak namun umbinya kurang.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta melakukan pelatihan dan pendampingan budidaya empon-empon yang sesuai dengan Good Agricultural Practicess (GAP) sehingga menghasulkan empon-empon yang berkualitas dan mampu terserap pasar dengan nilai jual yang bagus.
Menurut Tuti Setyaningrum, pemberian media dan pupuk yang tepat dapat membuat tanaman jahe merah tumbuh dengan baik. Bersama dengan mahasiswa Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, pengamatan terhadap tanaman jahe merah yang telah diberi media dan nutrisi tambahan, dilakukan secara berkala 1 minggu sekali. Hal ini juga merupakan bentuk aplikasi dari merdeka belajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.