200 Warga Bantul Diberdayakan untuk Jahit Masker

Foto ilustrasi. - Antara Foto/Makna Zaezar
23 September 2020 14:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul memberdayakan sebanyak 200 warga untuk membuat masker. Masker pelindung diri itu kemudian disumbangkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19)

Kepala Dinas KUKMP Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan sebagian besar warga yang diberdayakan membuat masker tersebut adalah penjahit, namun ada juga perajin kulit yang menganggur karena tidak ada pesanan kemudian diberdayakan sementara untuk membuat masker.

Baca juga: Perkuat Ekonomi, Sleman Harus Dorong Pengusaha Kecil Berproduksi

Proses pembuatan masker sudah dilakukan sejak 11 September lalu hingga Jumat mendatang. “Targetnya kami sampai 100.000 masker, tapi yang sudah jadi dan disumbangkan baru 50.000 masker,” kata Agus, saat menyerahkan 50.000 masker kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (23/9/2020).

Agus mengatakan pembuatan 100.000 masker yang dibiayai dari dana tidak terduga (DTT) ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya saat awal pandemi juga ada pemberdayaan pembuatan masker sebanyak 75.000 lembar yang melibatkan 160 warga. Masker tersebut sudah disumbangkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga: Pemerintah Gratiskan Biaya Tes Swab untuk Tenaga Kesehatan

Menurut dia, pembuatan masker tersebut merupakan bagian dari program perisai pemberdayaan masyarakat yang terdampak Covid-19. Masker yang dibuat merupakan masker batik sehingga ada sekitar 50 perajin batik ikut terberdayakan. “Jadi semuanya otomatis bisa menghidupkan kegiatan padat karya yang selama ini menganggur,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan selain pemberdayaan melalui pembuatan masker juga ada berbagai pelatihan keterampilan dan usaha bidang kuliner dan pemasaran online. Kemudian ada juga program stimulus untuk koperasi produksinya agar tidak terlalu terganggu dengan adanya pandemi. Ia berharap meski pandemi ini belum berakhir namun ekonomi masyarakat tetap jalan.