Sekolah di Jogja Ini Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di SMKN 2 Jogja. - Ist/Humas SMKN 2 Jogja
26 September 2020 11:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- SMKN 2 Jogja memulai pembelajaran tatap muka praktek terbatas. Upaya tersebut dilakukan karena pihak sekolah maupun sebagian orang tua siswa menilai jika murid perlu melakukan praktek untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Humas SMKN 2 Yogyakarta Sumadi, mengatakan jika pelaksanaan pembelajaran tatap muka praktek terbatas sudah dilakukan sejak Rabu (23/9/2020) lalu. Sebelum melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas, pihaknya sudah menyiapkan segala hal terkait dengan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Baca juga: Aktivitas Masih Tinggi, Ini Perkembangan Terbaru Gunung Merapi

"Segala hal terkait dengan persiapan dan pencegahan Covid-19 sudah dipersiapkan dan diantisipasi secara matang. Siswa harus mendapat ijin orang tua. Kemudian, siswa harus berisiko kecil terhadap kemungkinan penularan Covid-19," ujar Sumadi, Jumat (25/9/2020).

Kedua hal tersebut menjadi input penting bagi SMKN 2 Jogja sebelum melaksanakan pembelajaran secara tatap muka praktek terbatas. Sekolah juga sudah mengeluarkan surat edaran yang berupa angket untuk menjaring izin dari orang tua dan menganalisa risiko penularan Covid-19 dari siswa yang akan tatap muka.

Baca juga: 4 Pegawai Dinkes DIY Tertular Covid-19 dari ASN yang Meninggal Dunia

Berdasarkan data yang masuk menyimpulkan bahwa sebesar 84,7 % orang tua setuju putra putrinya untuk KBM tatap muka praktek walaupun terbatas dengan alasan yang dominan yaitu agar para siswa dapat melaksanakan praktek tidak hanya teori saja melalui daring karena ini SMK yang harus ada prakteknya untuk meningkatkan kompetensi siswa.

"Sedangkan sebesar 15,3% tidak menyetujui kegiatan pembelajaran secara tatap muka dikarenakan masih khawatir dengan risiko penularan Covid-19 sejak perjalanan ke sekolah, selama di sekolah dan sesudah dari sekolah," tutur Sumadi.

Dari data tersebut Kepala SMKN 2 Jogja tetap menerima tanggapan orang tua yang belum memperbolehkan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas.

"Sesuai dengan instruksi dari Balai Pendidikan menengah yang merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY bahwa bagi orang tua yang belum mengijinkan anaknya untuk ikut KBM tatap muka tidak masalah, bisa diakomodir dengan pembelajaran jarak jauh walaupun dengan segala keterbatasannya," ungkap Sumadi.

SMKN 2 Jogja sudah menyiapkan berbagai sarana prasarana dan metode pencegahan penularan Covid-19. Jadwal KBM praktek tatap sudah dimodifikasi sedemikian rupa. "Sehingga siswa di sekolah di bagi dua shift pagi dan sore serta hanya durasi 3 jam serta jeda waktu antar shift untuk menghindari kerumunan orang dan praktek hanya dua orang setiap kelompok," sambung Sumadi.