Sempat Terpuruk Karena Pandemi Covid-19, Industri Batik di Lendah Mulai Banjir Pesanan

Sejumlah perajin batik tengah membatik di Sembung Batik milik Bayu Permadi di Dusun Sembungan, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Minggu (27/9/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
27 September 2020 20:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sentra Industri batik di Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo mulai menggeliat lagi pasca terpuruk imbas pandemi Covid-19. Para perajin batik kini mulai kebanjiran orderan.

Bayu Permadi, salah satu perajin batik di Dusun Sembungan, Kalurahan Gulurejo, Lendah mengatakan kekinian ia bisa menjual 2.000 potong batik. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan enam bulan lalu saat wabah Covid-19 masuk ke Indonesia dan menjadi pandemi.

Baca juga: Dekranas Tumbuhkan Juragan-Juragan Baru di Kawasan Objek Wisata Super Prioritas

"Alhamdulillah di new normal ini kondisi mulai berangsur membaik. Omzet kami normal kembali. Penjualan rata-rata sekarang sampai 2.000 potong, kalau pas pandemi kemarin dapet 100 itu susah banget," ujar pemilik Sembung Galeri itu, Minggu (27/9/2020).

Bayu menuturkan UMKM batik yang dikelolanya sempat terpuruk karena pandemi Covid-19. Omzet mereka anjlok hingga 90 persen. Hal ini membuatnya terpaksa meliburkan 60 persen dari total karyawannya.

"Memasuki April sampai Juli benar-benar perajin dihadapkan dalam masa yang sulit. Kami tidak ada pesanan, sementara harus menggaji buruh batik, akhirnya terpaksa meliburkan beberapa pekerja," ujarnya.

Baca juga: Dukung Pengembangan Olahraga, Gandung Pardiman Bangun Sports Center di Ponjong

Dikatakan Bayu memasuki September 2020, penjualan mulai naik. Bahkan katanya mendekati normal sebelum masa pandemi. Dijelaskannya, penjualan dikatakan normal apabila mencapai 3.000 potong per bulan. Dan saat ini ia mulai bisa menjual sedikitnya 2.000 potong.

"Ya syukur sekarang udah mulai normal, ini juga karena kami menggencarkan pemasaran via Online, semoga hari-hari ke depan menguntungkan bagi kami," harapnya.

Sementara itu pembatik lain, Umbuk Haryanto mengatakan tahun ajaran baru sekolah menjadi harapan baru bagi pembatik Sembungan yang sempat terpuruk imbas pandemi Covid-19. Pada masa ajaran baru ini, pembatik mulai berlomba-lomba menawarkan produk terbaiknya agar dibeli konsumen. Salah satu produk yang menurutnya paling laris adalah batik motif geblek renteng.

"Mengingat motif ini wajib dipakai jadi kami harap di tahun ajaran baru industri batik di Kulonprogo khususnya di sini [Sembungan] bisa menggeliat lagi," ujarnya.