Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan penambahan 39 kasus positif pada Senin (28/9/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 25 kasus. Sementara, pasien sembuh mencapai 54.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 7 kasus, Bantul 2 kasus, Kulonprogo 1 kasus, Gunungkidul 4 kasus dan Sleman 25 kasus. “Dari pemeriksaan pada 557 sampel dari 524 orang,” katanya.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan ini terdiri dari tracing kasus positif 19 kasus, screening pasien 1 kasus, screening karyawan 4 kasus, perjalanan luar daerah 6 kasus, periksa mandiri 3 kasus dan masih dalam penelusuran 6 kasus.
54 pasien sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 6 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan Sleman 47 kasus. Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 2.558 kasus, dengan 1.797 kasus sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran