Rekonstruksi Penganiayaan Balita di Sleman: Korban Dipukul dengan Balok Kayu & Dicubit hingga Kulit Mengelupas

Polisi merekonstruksi ulang adegan penganiayaan yang menyebabkan balita berusia 4,5 tahun meninggal dunia di Minggir, Sleman pada Senin (28/9). Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
28 September 2020 17:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, MINGGIR – Tersangka penganiayaan anak yang menyebabkan kematian, JT, 26, dihadirkan dalam rekonstruksi kasus di Minggir, Sleman pada Senin (28/9/2020). Dalam rekonstruksi itu terungkap betapa kejamnya tersangka dalam menganiaya korban hingga berujung kematian.

Korban mengalami penganiayaan mulai dari ditendang, dipukul dengan balok kayu dan dicubit hingga kulitnya mengelupas. Tersangka memerankan sebanyak 14 adegan saat melakukan penganiayaan terhadap balita berinisial AF, 4,5 hingga meninggal dunia. Balita tersebut merupakan anak dari kekasihnya.

AF dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 8 Agustus lalu sekitar pukul 23.00 WIB. "Dari hasil otopsi, yang menyebabkan sampai meninggal itu karena dipukul dan didengkul [dipukul dengan dengkul]," kata KBO Satreskrim Polres Sleman, Iptu Sri Pujo seusai reka ulang adegan di Minggir.

Dalam rekonstruksi adegan ini, terungkap bahwa JT telah melakukan beberapa kali tindakan penganiayaan kepada AF. Balita itu dipukul, ditendang dengan lutut, dicubit hingga kulit mengelupas, serta disundut rokok oleh JT. Tersangka bahkan sudah melakukannya sejak mereka tinggal bersama selama dua tahun terakhir.

Menurut Sri, tersangka melakukan hal tersebut ketika ibu korban sedang bekerja pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya diketahui sama-sama menjadi karyawan di sebuah warung bakmi di dekat kontrakan mereka, hanya saja pembagian shift-nya berbeda. Selama ini, ibu korban juga tidak mengetahui jika anaknya menjadi korban penganiayaan kekasihnya sendiri.

"JT menganiaya AF karena jengkel pada suami dari ibu korban," kata Sri.

Kejengkelan itu akhirnya berujung pada penganiayaan yang dialami AF hingga sekujur tubuhnya penuh luka. Dari reka ulang adegan, diketahui bahwa pada malam sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhir, AF diketahui mengalami bengkak pada kakinya hingga tidak bisa berjalan. Hal itu membuat korban kemudian dibantu oleh kakaknya dengan digendong untuk ke kamar mandi.

Saat digendong keluar kamar mandi, AF justru jatuh. Momen itu justru digunakan oleh JT untuk memukuli korban dengan lutut dan balok kayu. Akhirnya, AF pingsan dan dilarikan ke fasilitas kesehatan.

"Sekitar lima menit setelah dibawa ke rumah sakit, dinyatakan meninggal dunia," katanya.