Advertisement
Duta Museum Gelar Napak Tilas G30S/PKI di Jogja dan Tahlilan
Duta Museum DIY untuk Museum Monumen Pancasila Sakti Yogyakarta yang bekerjasama dengan MPW Pemuda Pancasila DIY menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas G30S/PKI di Jogja dan Tahlilan dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila ke 55, Jumat (2/10/2020). - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Duta Museum DIY untuk Museum Monumen Pancasila Sakti Yogyakarta yang bekerjasama dengan MPW Pemuda Pancasila DIY menyelenggarakan kegiatan Napak Tilas G30S/PKI di Jogja dan Tahlilan dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila ke 55.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (2/10/2020) ini dimulai pukul 13.30 WIB sampai 16.00 WIB. Peserta kegiatan ini terbatas yaitu hanya perwakilan Duta Museum DIY sebanyak enam orang, perwakilan MPW Pemuda Pancasila DIY sebanyak 14 orang, dan Petugas Museum dikarenakan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, meskipun begitu masyarakat umum dapat menyaksikan di live instagram museum @monumenpancasilasaktiyogya.
Advertisement
“Generasi Muda Indonesia khususnya di Yogyakarta harus lebih peduli dan sadar akan pentingya sejarah, apalagi sejarah G30S/PKI yang meninggalkan noda hitam dalam sejarah berbangsa dan bernegara, ingat kata Bung Karno JAS MERAH, Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah,. Selain itu juga kita wajib mengamalkan dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari” ujar Rastra Arif Pradana selaku Duta Museum DIY untuk Museum Monumen Pancasila Sakti Yogyakarta dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (4/10/2020).
Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY serta beberapa media partner.
Selama berlangsungya kegiatan Napak Tilas G30S/PKI di Jogja, peserta tampak menyimak dan memperhatikan dengan serius saat petugas museum bercerita.
“Waktu itu Brigjend Katamso diculik di rumah dinas beliau serta Kolonel Sugiyono diculik saat berada di KOREM untuk mencari Brigjend Katamso, lalu mereka berdua dibawa ke Batalyon L, disana mereka disiksa dengan cara dipukul kunci mortir dan dilempari batu sampai meninggal kemudian dimasukan kedalam lubang buaya” tutur Malis Ari Juliyanto selaku Petugas Museum saat memandu jalannya Napak Tilas G30S/PKI di Jogja.
“Pancasila sudah teruji dan terbukti kesaktianya, dibuktikan dengan peristiwa G30S/PKI yang kemudian pada tanggal 1 Oktober setiap tahunya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, oleh karena itu Pancasila sudah final sebagai Ideologi berbangsa dan bernegara Indonesia, tidak ada kata lain selain Pancasila Abadi” ucap Drs. R. Faried Jayen Soepardjan, S. H. selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY.
Kemudian acara dilanjutkan dengan tahlilan yang dipimpin oleh Ustadz Irfan Abdul Hakim, lalu acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Rastra Arif Pradana selaku Duta Museum DIY untuk Museum Monumen Pancasila Sakti Yogyakarta yang diserahkan kepada Drs. R. Faried Jayen Soepardjan, S. H. selaku Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Palur Jogja Kamis 19 Maret 2026 Dimulai Pukul 04.55 WIB
- Sleman Siap Sambut Ledakan Wisatawan Lebaran 2026
- KRL Jogja Solo Siapkan 12 Jadwal Keberangkatan pada 19 Maret 2026
- Pemkot Jogja Pastikan Wisatawan Lebaran Mendapat Layanan Bak Raja
- Prakiraan Cuaca DIY Kamis 19 Maret 2026: Dominasi Berawan
Advertisement
Advertisement









