Milad, MAI Perwakilan Jateng-DIY Resmikan Program Bedah Rumah di Kulonprogo

Jajaran MAI Wilayah Jateng-DIY bersama unsur Pemerintah Kalurahan Kalirejo dan pemilik rumah Nasirah melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian rumah layak huni program bina sarana prasarana dalam Milad Bank Mandiri dan MAI di Dusun Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, Sabtu (3/10/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 Oktober 2020 15:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Mandiri Amal Insani (MAI) perwakilan Jawa Tengah-DIY, meresmikan bantuan rumah layak huni di Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Sabtu (3/10/2020). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan milad Bank Mandiri ke 22 dan MAI Foundation ke 6.

"Kami dari MAI Jateng-DIY meresmikan program bedah rumah untuk dhuafa. Sebanyak lima rumah di Kalirejo mendapat program ini dari dana yang terkumpul sebanyak Rp60 juta," ucap Manager MAI perwakilan Jateng dan DIY, Yopie Bagus Hermawan, di sela-sela acara, Sabtu pagi.

Yopie menjelaskan, bantuan bedah rumah ini masuk program bina sarana fisik MAI. Di mana MAI melakukan pembangunan sarana prasarana baik milik pribadi maupun umum. "Seperti kemarin [Jumat (2/10/2020)] di Gunungkidul kami sudah membangun bak penampungan air bersih, dan hari ini rumah layak huni," ucapnya.

Program bedah rumah di Kalirejo itu sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Pembangunannya selesai dan bisa ditempati pemilik rumah pada tahun ini. Adapun pemberian bantuan tersebut bekerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Baitunnajah yang tak lain adalah mitra MAI di Kalirejo.

Baca Juga: 7 ASN Pemda DIY Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dalam kesempatan yang sama, MAI juga menyalurkan bantuan sembako kepada lansia di Kalirejo. Bantuan ini sebagai upaya membantu perbaikan gizi mereka. "Bantuan diberikan kepada 25 penerima manfaat, dengan total dana sebanyak Rp3,7 juta," ucap Yopie.

MAI sendiri adalah lembaga pengelola zakat, Infak dan wakaf bagi karyawan dan karyawati Bank Mandiri. Setiap gaji yang diperoleh karyawan Bank Mandiri, akan dipotong untuk disalurkan dalam program sosial seperti ini.

Lembaga ini punya lima pilar program, yaitu bina sarana fisik untuk program pembangunan sarana prasarana; bina ilmu untuk pemberian beasiswa; bina sosial yang berfokus untuk bakti sosial kepada masyarakat umum; bina ekonomi yang diwujudkan dengan bantuan bertajuk gerobak barokah yang menyasar pelaku usaha kecil, di mana penerima manfaat diberikan gerobak gratis dan modal usaha.

"Terakhir ada bina kesehatan, yang diwujudkan dengan pendirian rumah sehat mandiri. Fasilitas ini digunakan sebagai rumah singgah bagi pasien yang terpaksa bolak balik melakukan pengobatan di rumah sakit. Di rumah sehat, pasien mendapat bantuan logistik, pendampingan, dan semua ini gratis," kata Yopie.

Rumah Lebih Nyaman

Salah satu penerima bantuan bedah rumah, Surinah, 55, mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh MAI perwakilan Jateng-DIY. Menurutnya rumah yang dihuni sekarang jauh lebih bagus dan nyaman dibandingkan sebelum direnovasi.

"Kalau dulu pas musim hujan itu sering bocor karena genteng rumah saya bolong, dinding rumah dulunya juga cuma dari anyaman bambu yang sudah rusak. Alhamdulillah sekarang dapat rumah yang lebih bagus," ucap perempuan yang tinggal di Dusun Papak, Kalirejo tersebut.

Baca Juga: Densus 88 Kembali Geledah Rumah Kontrakan di Berbah Sleman

Surinah bisa mendapat bantuan dari MAI perwakilan Jateng-DIY karena masuk dalam kriteria masyarakat kurang mampu yang didata oleh LKS Baitunnajah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Surinah berjualan gula jawa. Penghasilannya per hari sekitar Rp16.000, atau seharga 1 kg gula jawa yang dijajakannya.

"Kurang lebih sehari dapat Rp16.000, itu sudah cukup besar bagi saya, kadang buat nambah-nambah penghasilan saya jualan jamu tradisional, cuma sekarang agak susah mencari bahannya karena lagi musim hujan," ungkap janda dua anak ini.

Ketua LKS Baitunnajah, Kalirejo, Nasirudin mengatakan guna mencukupi kebutuhan Surinah, pihaknya rutin memberikan bantuan sembako. Bantuan itu diberikan setiap satu atau tiga bulan sekali. Selain Surinah, bantuan serupa juga rutin diberikan kepada sedikitnya 230 keluarga penerima manfaat binaan LKS Baitunnajah.

"Kami berharap dengan adanya bantuan ini bisa membantu warga di Kalirejo yang ekonominya kurang," ujarnya.