Densus 88 Kembali Geledah Rumah Kontrakan di Berbah Sleman

Ilustrasi tim Densus 88 - Antara/Rony Muharrman
04 Oktober 2020 11:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menggeledah sebuah rumah di Kapanewon Berbah, Sleman pada Sabtu (3/10/2020) sore.

Kapolres Sleman, AKBP Anton Firmanto membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Namun, ia enggan memberikan keterangan lengkap. "Polres Sleman membantu pengamanan perimeter saja," kata dia ketika dikonfirmasi wartawan pada Sabtu.

Sementara itu, Ketua RW 22, Dusun Lojisari, Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman, Hidron Darsono, 56 menyatakan pihaknya dihubungi sekitar pukul 17.00 WIB bahwa akan dilakukan penggeledahan oleh Densus 88 terhadap salah satu rumah di wilayah RW tersebut. Rumah tersebut dihuni oleh pria berinisial H yang juga telah diamankan terlebih dulu pada hari itu.

"Saya datang ke lokasi sudah ramai. Tadi saya di kantor, ada yang menghubungi lalu saya datang," ujarnya pada Sabtu.

Baca Juga: Tambah 12 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Bantul Menjadi 729 orang

Menurutnya, tim ini menggeledah rumah kontrakan tersebut cukup lama sejak Sabtu sore hingga pukul 21.30 WIB. Sejumlah barang disita dari rumah tersebut.

"Barang-barang elektronik, HP, laptop, dan buku-buku yang terkait langsung diambil. Nanti ada pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Rumah tersebut, lanjut dia, sejak sekitar tiga hingga empat tahun terakhir dihuni oleh H bersama istri dan ketiga anaknya. Warga ini berasal dari Jawa Timur.

Baca Juga: Video Viral Kecelakaan Maut Jalan Magelang, Mobil Hancur dan Korban Terkapar

Menurutnya, warga tersebut jarang bergaul dengan tetangga sekitar. Ia pun tak mengetahui pasti pekerjaan yang dilakukan warganya itu sehari-hari. "Mereka tertutup," katanya singkat.

Dua hari sebelumnya, Densus 88 juga baru saja menggeledah sebuah rumah di Perumahan Tirtabuana Blok F, Dusun Cepor, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman pada Kamis (1/10/2020) pagi. Mereka turut menyita sejumlah barang dari rumah tersebut yang diduga ada kaitannya dengan kegiatan terorisme, mulai dari flashdisk, CPU, dan buku-buku.