Jelang Iduladha 2026, Kulonprogo Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
Peta Kulonprogo - ist/Reasearch Gate
Harianjogja.com, KULONPROGO—Minat generasi muda di Kulonprogo untuk menjadi petani tetap ada, namun mayoritas tertarik ke sektor hortikultura seperti cabai, melon, semangka, dan bawang merah, sementara petani padi cenderung menurun.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Dispertapang Kulonprogo, Agus Purwaka, menyebutkan minat generasi muda menjadi petani padi menurun karena keuntungan yang relatif kecil dibanding komoditas hortikultura.
“Data terakhir menunjukkan ada 511 petani milenial di Kulonprogo dan mereka tergabung dalam asosiasi petani milenial,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).
Mayoritas petani milenial melanjutkan usaha keluarga secara turun-temurun, termasuk kalangan Gen Z yang tertarik pada sektor hortikultura. Agus menilai regenerasi petani berjalan baik karena data tenaga kerja sektor pertanian dari 2020 sampai 2025 menunjukkan tren fluktuatif, namun tetap meningkat.
“Dari 80.889 tenaga kerja di 2025, sebanyak 29,23 persen bekerja di sektor pertanian, lebih tinggi dibanding 25,10 persen pada 2024 dari total 71.396 pekerja. Angka ini sudah termasuk peternak yang jumlahnya lebih sedikit dibanding petani,” jelasnya.
Asosiasi petani milenial menjadi wadah penting bagi regenerasi. Meskipun jumlahnya terbatas, Agus yakin tiap tahun akan bertambah. “Sebagian besar petani muda meneruskan usaha orang tua, khususnya hortikultura seperti cabai, melon, semangka, dan bawang merah, banyak terdapat di pesisir selatan Kulonprogo. Untuk bawang merah, mayoritas berada di Kalurahan Srikayangan, Sentolo,” ujarnya.
Agus menambahkan, tidak semua generasi muda berminat ke pertanian. Banyak yang memilih pekerjaan formal, informal, atau merantau ke luar daerah.
Kepala BPS Kulonprogo, Sudiyana, melaporkan data petani berusia 15-24 tahun sebanyak 486 orang, terbanyak dari Galur (83) dan Panjatan (70). Sementara petani usia 25-34 tahun mencapai 4.287 orang. “Mayoritas petani di Kulonprogo berusia di atas 55 tahun,” katanya, merujuk pada data Sensus Pertanian BPS 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.