RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi pemangkasan pohon perindang./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mulai mendata dan memangkas pohon-pohon yang terlalu rindang, khususnya yang berada di tepi jalan umum. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat memasuki musim penghujan.
“Terkait dengan menghadapi musim penghujan, DLH telah melakukan antisipasi terkait dengan keberadaan pohon yg potensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan penggunan jalan,” kata Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho, Senin (5/10/2020).
Ia mengaku sejak dua pekan terakhir sudah memangkas ranting pohon di 10 titik yang dianggap membahayakan pengguna jalan dan bangunan rumah. Beberapa titik pemangkasan ranting pohon di antaranya di Jalan Jogja-Wonosari, Piyungan, Bantul atau sekitar objek wisata Bukit Bintang dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memotong sendiri pohon sekitar rumah yang dianggap membahayakan jika tertiup angin kencang atau meminta bantuan petugas DLH untuk memotongnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.
Mario Aji gagal ke Q2 dan dipastikan start posisi 22 di Moto2 San Marino 2026. Senna Agius tercepat di Q2 dengan 1 menit 33,718 detik.