Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi pemangkasan pohon perindang./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mulai mendata dan memangkas pohon-pohon yang terlalu rindang, khususnya yang berada di tepi jalan umum. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pohon tumbang saat memasuki musim penghujan.
“Terkait dengan menghadapi musim penghujan, DLH telah melakukan antisipasi terkait dengan keberadaan pohon yg potensi tumbang atau roboh yang dapat membahayakan penggunan jalan,” kata Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho, Senin (5/10/2020).
Ia mengaku sejak dua pekan terakhir sudah memangkas ranting pohon di 10 titik yang dianggap membahayakan pengguna jalan dan bangunan rumah. Beberapa titik pemangkasan ranting pohon di antaranya di Jalan Jogja-Wonosari, Piyungan, Bantul atau sekitar objek wisata Bukit Bintang dan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memotong sendiri pohon sekitar rumah yang dianggap membahayakan jika tertiup angin kencang atau meminta bantuan petugas DLH untuk memotongnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Survei Pew menunjukkan pandangan warga Indonesia soal media sosial dan demokrasi berubah. Penilaian buruk naik dari 24% menjadi 43%.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja