Ribuan Mahasiswa Demo Omnibus Law, Sejumlah Kampus di Jogja Tak Siapkan Rapid Test

Demo mahasiswa di Malioboro menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10 - 2020)/Harian Jogja
12 Oktober 2020 18:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tak semua perguruan tinggi di Kabupaten Sleman memfasilitasi rapid test bagi mahasiswanya yang terlibat dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Malioboro Kamis (8/10/2020) lalu.

Ketua Satgas Covid-19 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Munir menyatakan sampai saat ini pihaknya tidak melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang mengikuti aksi demo Kamis lalu. Ia beralasan keikutsertaan mahasiswa dilakukan secara mandiri dan merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

"Penyampaian informasi itu merupakan hak warga negara, persoalan jika aksi tersebut ada kemungkinan tertular Covid-19 itu tidak menjadi kewenangan pihak kampus UIN meski ada oknum mahasiswa UIN Suka yang ikut di dalamnya. Mereka tidak membawa atribut ormawa [organisasi mahasiswa], tapi anggota masyarakat biasa," terang Munir pada Senin (12/10).

Hal senada diungkapkan Rektor UII, Fathul Wahid. Ia tak menampik ada mahasiswa UII yang terlibat dalam aksi demo tersebut. Namun, menurutnya hal itu adalah hak individu setiap mahasiswa. Sejak awal pihaknya senantiasa meminta kepada mahasiswa untuk patuh protokol kesehatan ketika mengikuti demonstrasi.

"Mungkin yang agak sulit adalah menjaga jarak fisik, tetapi masker tetap terpakai dan tangan juga seharusnya tidak menyentuh mulut, hidung, dan mata sebelum cuci tangan dengan sabun," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengembalikan lagi pilihan untuk mengikuti aksi massa kepada setiap civitas akademika di UII. "Mahasiswa manusia dewasa. Mereka bisa berpikir kritis dan mengambil pilihan serta sadar dengan risikonya. Saya termasuk yang percaya itu. Kampus saat ini tidak memfasilitasi rapid test," tuturnya.

Sementara itu, UPN "Veteran" Yogyakarta juga tidak melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terlibat demo di Malioboro. Namun, jika ada mahasiswa peserta demo yang mengeluhkan ada gejala yang mengarah Covid-19 sepulang demo, maka kampus akan memfasilitasi rapid test.

BACA JUGA: Ketua Satgas Covid-19 Prihatin dengan Kerumunan yang Langgar Protokol Kesehatan

"Setiap sivitas akademika telah diminta melakukan protokol kesehatan secara baik, termasuk mahasiswa. Tidak secara khusus disampaikan ke mereka, karena tidak ada data di kami siapa yang ikut demo," kata Ketua Satgas Covid-19 UPN "Veteran" Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno.

Eko melanjutkan hingga saat ini tidak ada laporan mahasiswanya yang mengeluhkan ada gejala mengarah ke Covid-19 sepulang demo. "Kalau ada akan diarahkan untuk melakukan tes dan selanjutnya mengikuti protokol yang ada," ujarnya.

Lain lagi yang dilakukan UGM. Kampus ini bahkan akan memfasilitasi mahasiswa melakukan uji usap atau swab test jika ada mahasiswa sepulang demo yang mengeluhkan ada gejala mengarah Covid-19.

"Jika ada gejala kami swab, jika tidak kami minta isolasi mandiri," ujar Ketua Satgas Covid-19 UGM, Rustamadji.

Saat ini, ia masih berkoordinasi dengan Dinkes Sleman terkait arahan kepada mahasiswa peserta demo untuk menjalani karantina mandiri. Ia juga belum menerima laporan apakah ada mahasiswa yang memeriksakan diri ke Gadjah Mada Medical Center (GMC) atau tidak.