Tak Capai Target, Bawaslu Sleman Perpanjang Rekrutmen Pengawas TPS

Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
18 Oktober 2020 17:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman memperpanjang pendaftaran calon pengawas tempat pemungutan suara atau Pengawas TPS pada Pilkada 2020. Alasannya, hingga hari terakhir pendaftaran pada Kamis (15/10/2020) jumlah minimal pendaftar belum terpenuhi di hampir seluruh kecamatan kecuali Kepanewon Ngemplak.

Vici Herawati selaku anggota Bawaslu Sleman Divisi SDM dan Organisasi menyatakan jumlah calon pendaftar pengawas TPS hingga hari terakhir pendaftaran belum memenuhi target. Bawaslu pun mengambil keputusan untuk memperpanjang waktu pendaftaran. "Kami perpanjangan pendaftaran selama empat hari dari 16 sampai dengan 19 Oktober 2020," katanya, Minggu (18/10/2020).

Perpanjangan dilakukan karena hingga pada hari terakhir pendaftaran pada Kamis (15/10/2020) jumlah pendaftar baru mencapai 2.458 pendaftar dari kebutuhan seluruhnya berjumlah 4.250 pendaftar yang tersebar di 2.125 TPS di seluruh Sleman.

Menurut Vici, sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis, target jumlah pendaftar pengawas TPS sebanyak 4.250 orang atau dua kali lipat dari jumlah Pengawas TPS di 86 desa dan 17 kepanewon. Dari 17 kepanewon, Bawaslu Sleman baru menerima laporan satu kepanewon saja yang tidak memperpanjang rekrutmen Pengawas TPS.

Baca Juga: Awalnya Mengejar, Ini Alasan Pria Menghilang Usai Kenal Lebih Dekat

"Hanya Panwaslu Kecamatan Ngemplak yang tidak memperpanjang proses rekrutmen karena memang jumlah pendaftar sudah memenuhi kuota," katanya.

Dari kebutuhan 240 pengawas TPS di 120 TPS di wilayah Ngemplak jumlah pendaftar calon pengawas TPS sebanyak 255 orang. "Semuanya sudah mengembalikan formulir. Mereka melakukan pendaftaran baik secara offline atau datang langsung ke kantor serta online dengan mengunduh formulir pendaftaran di laman," imbuh Vici.

Vici menambahkan, pendaftaran calon Pengawas TPS pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman ini dilaksanakan di semua kantor panitia pengawas pemilu (Panwaslu) kecamatan, yang tahapan-nya meliputi penerimaan berkas, seleksi administrasi, dan tes wawancara.

Baca Juga: Hanafi Rais Alami Kecelakaan di Tol Cipali, Dikabarkan Luka Parah

“Proses pendaftaran dan seleksi calon pengawas TPS dilaksanakan oleh panwaslu kecamatan yang dapat dibantu oleh panwaslu desa karena sesuai pedoman dari Bawaslu RI bahwa pembentukan pengawas TPS menjadi kewenangan panwaslu kecamatan,” imbuhnya.

Sementara itu Arjuna al Ichsan Siregar, anggota Bawaslu Sleman koordinator divisi Hukum, Humas, dan Data Informasi menyampaikan bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi pendaftaran pengawas TPS dapat mengunjungi laman Bawaslu Sleman atau mendatangi langsung ke kantor Panwaslu.

“Bawaslu berharap peran serta masyarakat untuk turut mengawal dan mengawasi tahapan penyelenggaraan Pilkada Sleman supaya berjalan secara demokratis, berintegritas, berkualitas, dan bermartabat,” ujarnya.

Faktor Lain

Menurutnya, salah satu faktor kendala yang muncul dalam proses rekrutmen Pengawas TPS karena berbarengan dengan pendaftaran dan pembentukan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di bawah koordinasi KPU. KPU Sleman juga memperpanjang waktu pendaftaran KPPS karena juga belum memenuhi kuota.

"Faktor lainnya masih ada kekhawatiran para pendaftar Pengawas TPS ini untuk melakukan rapid test sebagai upaya menghindari Covid-19," katanya.