Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Sosok dukun ikut menyuarakan pendapat tolak UU Omnibus Law di Bundaran UGM, DI Yogyakarta, Selasa (20/10/2020)./SuaraJogja.Id-Muhammad Ilham Baktora
Harianjogja.com, JOGJA - Ada yang berbeda dari aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Bundaran UGM hari ini, Selasa (20/10/2020). Jika pada demonstrasi sebelumnya diikuti mahasiswa maupun buruh, kali ini aksi unjuk rasa ini diikuti oleh seorang \'dukun\'.
Sosok \'dukun\' dalam aksi demo Jogja Memanggil tolak UU Cipta Kerja itu datang lengkap dengan pakaian khasnya serta dupa dan kemenyan.
Adalah Dwi, seorang pemuda 24 tahun yang berpenampilan layaknya dukun datang untuk ikut menyuarakan pendapatnya. Bukan tanpa alasan, kehadirannya ditunjukkan dengan aksi teatrikal saat orasi berlangsung.
"Saya ingin menunjukkan bahwa setiap masyarakat saat ini sedang dalam kegundahan atas kebijakan pemerintah. Jadi rakyat kecil tak hanya petani atau buruh, dukun yang sebelumnya masih menjadi pekerjaan lain oleh warga Indonesia bisa ikut bersuara," kata Dwi ditemui SuaraJogja.id, Selasa (20/10/2020).
Menurut dia, penampilan dukun yang dia kenakan sebagai bentuk berbeda bagaimana menyampaikan pendapat. Bagi dia menyuarakan dengan cara berorasi itu perlu, namun ada hal lain yang bisa ditunjukkan sebagai identitas pekerjaan masyarakat.
Baca Juga: Generasi Muda Gunungkidul Diminta Tidak Takut Jadi Petani
"Masih ada masyarakat yang meyakini paham animisme dan dinamisme. Di tengah keadaan Indonesia saat ini yang pemerintah makin tak berpihak kepada rakyat, dukun bisa ikut bersuara," jelas dia.
Dirinya tak menampik bahwa dukun juga memiliki hak untuk bersuara.
Dwi datang dengan berbagai alat perdukunan. Mulai dari dupa, kemenyan, kembang yang dia beli di pinggir jalan. Termasuk arang dan gerabah untuk membakar kemenyan.
"Aksi teatrikal ini hanya sebagai cara lain menyatakan pendapat. Persiapan ini saya beli sendiri," ujar dia.
Aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran UGM, DI Yogyakarta, dihadiri ratusan massa Aliansi Rakyat Bergerak (ARB). Sejumlah mahasiswa, buruh, petani dan juga pelajar menyuarakan pendapat terhadap keresahannya tepat di saat peringatan satu tahun pemerintahan Jokowi - Ma\'aruf Amin.
Massa datang dengan membawa poster penolakan UU Omnibus Law. Beberapa spanduk juga meminta DPR segera dibubarkan. Hal itu dinilai lantaran kebijakannya tak memberi dukungan kepada warga.
Baca Juga: Ekonom Minta Jokowi Dengarkan Rintihan Rakyat Ketimbang Celotehan Bank Dunia
Orasi dilakukan di berbagai tempat di lingkup UGM. Selain di bundaran UGM, massa juga menggelar orasi di depan SMK BOPKRI 1 Jogja.
Tak hanya orasi, sejumlah diskusi kecil juga dibahas terutama masalah agraria di Indonesia. Dimana masyarakat kecil masih tertindas dengan kepentingan segelintir orang.
Pantauan SuaraJogja hingga pukul 16.35 wib, massa masih memenuhi lokasi bundaran UGM. Kepolisian juga masih berjaga dan menutup akses jalan ke arah bundar UGM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Oktober 2026 di Satpas, SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)