Gus Jaroh Dukung Kustini Sri Purnomo Jadi Bupati Sleman

Kustini Sri Purnomo menghadiri pengajian jamaah Mujahadah di Pondok Pesantren (ponpes) Ibnu Hadi, Dusun Ngentakpoldadi, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Senin, 19 Oktober 2020 malam. - Istimewa
21 Oktober 2020 15:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Safari politik Kustini Sri Purnomo di wilayah Sleman Barat berlanjut pada kelompok pengajian jamaah Mujahadah di Pondok Pesantren (ponpes) Ibnu Hadi, Dusun Ngentakpoldadi, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Senin, 19 Oktober 2020 malam.

Wanita yang kerap disapa KSP ini menghadiri undangan dari pengasuh pondok ponpes yang dipimpin Imam Sajaroh. Dalam sambutannya, Kustini menyampaikan apresiasi atas kemauan masyarakat untuk melestarikan kegiatan pengajian secara rutin setiap malam Selasa Wage tersebut.

Selain sebagai sarana memupuk keimanan, Kustini menyebut pengajian juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sesama masyarakat. Namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Tentu kegiatan keagaaman seperti ini harus terus dilestarikan. Apalagi melihat antusias warga tak hanya ibu dan bapak-bapak, namun juga anak muda juga terlibat. Tetapi sekali lagi diingat, kita masih dalam pandemi Covid-19, tentunya segalanya harus mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Pengajian, menurut Kustini, juga sebagai sarana menjaga kekompokan dan kebersamaan antar masyarakat mengingat peserta yang hadir dalam jamaah mujahadah tidak hanya berasal dari Kabupaten Sleman saja.

"Silaturahmi religi seperti ini bagus untuk saling kompak dan menguatkan antar sesama jamaah. Harapannya bangsa Indonesia akan semakin lebih kuat tidak hanya secara fisik. Namun juga secara keimanan dengan semangat gotong royong antar sesama terutama saat pandemi seperti ini," kata dia.

Menghadapi Pilkada 2020 mendatang, Kustini meminta doa restu jika dirinya terpilih bisa menjadi pemimpin yang amanah dan jujur sesuai dengan visi-misi yang dibawa.

"Kegiatan keagamaan seperti ini akan terus kami lestarikan. Dalam program kami, insentif bagi petugas pengelola tempat ibadah, bantuan peralatan dan perlengkapan ibadah serta bantuan penyelenggaraan kegiatan hari besar agama akan kami lakukan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan keagaman di Kabupaten Sleman," terangnya.

Sementara, pengasuh ponpes Ibnu Hadi, Imam Sajaroh mengapresiasi kepribadian Kustini Sri Purnomo yang menyempatkan waktunya untuk bersilaturahmi di tempat tersebut. Bahkan Kustini mengikuti pengajian hingga selesai pukul 23.30 WIB.

"Saya sudah mengenal ibu Kustini sangat lama, dan memang beliau silaturahminya sangat bagus. Tidak membeda-bedakan dan (waktunya) selalu diluangkan," imbuhnya.

Kepada Kustini, pria yang kerap disapa Gus Jaroh itu menyampaikan harapannya agar kegiatan keagamaan di Kabupaten Sleman bisa mendapat support yang baik. Secara pribadi dirinya mendukung Kustini - Danang menjadi Bupati Sleman 2021 - 2024 mendatang.

"Takdir seseorang itu harus diraih dengan ihktiar dan doa. Ikhtiarnya dengan kampanye dan memasang baliho, poster disana-sini. Selain ikhtiar tentu harus dibarengi dengan doa. Kalau sudah jadi, seng penting gelem ngurusi ahlus-Sunnah wal Jama'ah," pungkasnya diringi teriakan setuju dari jamaah mujahadah. (Adv)