Maling Helm Tertangkap di Jalan Kaliurang, Sempat Dihajar Warga

Lokasi penangkapan terduga maling helm di Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (22/10/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
22 Oktober 2020 16:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jalan Kaliurang KM 5,6, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Rabu (21/10/2020) sore sempat digegerkan oleh adanya maling helm yang menjadi target pengejaran hingga berhasil dilumpuhkan di depan salah satu hotel di jalan tersebut. Ia saat ini meringkuk dalam tahanan Mapolsek Bulaksumur untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kabar itu juga sempat meramaikan media sosial Facebook pada Rabu sore. Penangkapan maling helm yang diduga sudah beraksi beberapa kali di Kabupaten Sleman dan beberapa wilayah lain itu dirasa cukup meresahkan. Dalam unggahan yang dikirim oleh akun Brahmantio Rachmadi di Facebook itu menyebutkan informasi, "Maling helm ketangkep di jakal km 6. Abis lah kau jadi sarung tinju."

Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Somat, 40, membenarkan bahwa Rabu sore sempat ada penangkapan maling di lokasi tersebut. "Info yang saya terima dia maling helm. Begitu tertangkap dan ditanyai warga, mengaku mencuri helm," kata Somat kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Luhut Bikin Pengakuan Soal Tokoh-Tokoh di Balik Ide Omnibus Law

Ia yang merupakan seorang karyawan salah satu toko di dekat lokasi kejadian turut serta dalam proses penangkapan dengan mengamankan terduga pelaku di halaman tokonya. Hal itu dilakukan lantaran terduga maling itu sempat dimassa warga dan sejumlah orang lain yang melintas.

Somat menuturkan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mulanya, ia mendengar banyak orang mengejar seorang pengendara motor dan meneriakinya dengan sebutan maling dari arah utara ke selatan. Tak lama, maling itu rupanya putar balik dan kembali lewat di depan tokonya. Lantaran masih diteriaki maling, salah seorang satpam hotel di lokasi kejadian berinisiatif menghadangnya supaya berhenti.

"Dia disuruh berhenti nggak mau, lalu ditendang motornya. Untung jalanan sepi," ungkapnya.

Baca juga: Ada Pandemi, Keraton Solo Tak Gelar Grebeg Maulud dan Sekatenan

Setelah terjatuh dari motor, rombongan pengendara motor dan warga setempat berupaya melumpuhkannya supaya tidak kabur. Malang, ia pun dipukuli oleh sejumlah orang dengan tangan kosong.

Menurut Somat, tindakan penghakiman sendiri oleh warga dan pengendara motor itu ia rasa wajar karena ingin melumpuhkan terduga maling supaya tidak kabur. "Seperti itu kan reflek, ada orang diteriaki maling pasti orang yang mendengar emosi," ujarnya.

Kendati demikian, terduga maling tak mengalami luka parah dan masih sadar. Begitu salah seorang anggota polisi datang, ia langsung diamankan ke Polsek Bulaksumur.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur, Iptu Fendi Timur membenarkan adanya penangkapan ini. Namun ia menuturkan jika lokasi pencurian bukan di wilayah hukum Polsek Bulaksumur. "Betul, ditangkap Rabu sore. Dia mencuri di [wilayah hukum] Depok Timur, dikejar dari sana dan berakhir di Bulaksumur," ungkapnya.

Menurut pemeriksaan sementara, terduga pelaku diketahui berinisial HP, 29, warga Caturtunggal, Depok, Sleman. Ia merupakan residivis lantaran sempat memiliki catatan kriminalitas terlibat dalam pencurian ponsel.

"Kami hanya mengamankan. Saat ini yang menangani Polres Sleman. Sementara barang bukti masih dicari," kata dia.

Disinggung soal aksi penghakiman sendiri oleh warga dan pengendara motor terhadap terduga maling, Fendi menuturkan bahwa hal itu sering terjadi. "Memang sering ada orang nyolong dimassa," katanya.