Harga Sapi Impor Naik, Untungkan Peternak Tapi Ancam Populasi Nasional
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Suasana Tugu Jogja mulai dipadati warga untuk merayakan pergantian tahun/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Kawasan Tugu Jogja sebagai salah satu ikon destinasi wisata Kota Jogja sedang direnovasi dan ada dua proyek sedang berjalan.
Satu proyek merupakan pemindahan kabel udara sementara proyek lainnya yang pengembangan pedestrian Jln. Jenderal Sudirman. Pemkot Jogja memastikan proyek akan tetap berlangsung kendati pekan depan akan libur panjang.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti tidak menampik Jogja menjadi salah satu tujuan destinasi wisata para pelancong yang kemungkinan besar akan datang saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad pekan depan. Meski demikian pihaknya tegas menerangkan jika pengerjaan proyek di kawasan Tugu akan tetap berlangsung meskipun ada potensi kenaikan pengunjung di sana.
BACA JUGA: Lima Korban Kebakaran di Tangerang Dikebumikan di Gunungkidul
"Karena ini berbicara waktu, saya berharap masyarakat bisa memahami dan menyesuaikan diri dengan kondisi perbaikan yang ada. Tidak akan kita stop tapi kita rapikan dari sisi rambu-rambunya namun pekerjaan jalan terus. Sehingga masyarakat bisa mengakses Tugu dalam situasi proyek," tegas Haryadi Jumat (23/10/2020).
Ditambahkan Haryadi pengerjaan yang dilakukan di Tugu tengah mengejar waktu waktu yang singkat. Sehingga bila distop karena untuk mengakomodasi para wisatawan ditakutkan waktunya nanti akan lebih panjang lagi. "Project jalan terus tapi masyarakat masih bisa terus menikmati yang penting manajemen project-nya diberi ruang untuk jalan, jadi kalau dibongkar tidak dibongkar semuanya kan bisa ditata dan penataan sesuai kebutuhan yang ada karena banyaknya masyarakat yang akan datang ke Jogja," tandasnya.
Terkait lalu lintas simpang Tugu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Jogja, Windarto, juga mengatakan jika proyek yang dilaksanakan di Tugu ibaratnya kejar tayang. Namun pihaknya telah mengantisipasi kemacetan dengan memberikan papan imbauan proyek agar menghindari jalan arah Tugu. Papan imbauan telah dipasang mulai dari Galeria, Gramedia sampai Tugu. "Kita juga imbau bus besar untuk tidak melintas karena di sana ada pengelupasan batu jadi media jalannya tanah lunak, biar tidak kejadian kaya kemarin lembek terus ambles," ujarnya.
"Kalau dari kita tetap ada pos dinamis untuk Dishub Kota Jogja mengurai di lapangan titik kemacetan. Di kantor kita kan ada ACTS yang bisa dipantau dari kantor yang akan kita optimalkan. Akan kita urai terus dari kantor kalau ada antrean yang simpang simpang itu," jelasnya. Namun khusus untuk kawasan simpang Tugu kendali ACTS berada di DIY. Oleh karenanya Dishub Kota Jogja sehingga bila terjadi kemacetan tidak bisa langsung harus melalui DIY dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.