Debat Pilkada Gunungkidul, Bupati Badingah Pesan Begini....

Bupati Gunungkidul Badingah menyerahkan bantuan alat pertanian kepada perwakilan kelompok tani di Halaman Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Selasa (9/6/2020)/Istimewa - DPP Gunungkidul
27 Oktober 2020 02:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Badingah berharap debat calon kepala daerah bisa menjadi pendidikan politik bagi masyarakat. Oleh karenanya, keempat calon bisa menampilkan performa terbaik untuk dijadikan referensi bagi masyarakat untuk menentukan hak pilihnya di 9 Desember mendatang.

“Mudah-mudahan debat bisa berjalan dengan aman dan lancar,” kata Badingah kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Menurut dia, pelaksanaan debat merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan diri ke masyarakat secara luas. Selain itu, di kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihatkan visi misi yang dimiliki demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Gunungkidul.

Badingah juga berpesan agar tahapan pilkada dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan juga sehat. Untuk itu, protokol kesehatan dalam upaya penanggulangan Covid-19 harus terus dilaksanakan. “Saya juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada saat pencoblosan berlangsung,” ungkapnya.

Rencananya debat perdana calon kepala daerah diselenggarakan pada Selasa (27/10/2020) atau malam ini. Untuk debat awal hanya menampilkan calon bupati dengan tema debat Mengatasi Kemiskinan menuju Kesejahteraan Sosial dan Kemandirian Desa.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, penyelenggaraan debat bukan hal baru dalam pilkada. Pasalnya, dalam pemilihan di 2015 lalu juga diselenggarakan debat antar calon. Meski demikian, untuk penyelenggaraan di tahun ini berbeda karena adanya pandemi Covid-19.

KPU pun melarang setiap pasangan untuk membawa pendukung untuk menghindari terjadinya kerumumanan serta pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan protokol kesehatan penanggulangan corona. Sesuai dengan ketentuan, debat hanya dihadiri oleh pasangan calon dan empat orang perwakilan dari tim sukses. Selain itu, debat dihadiri oleh lima anggota KPU Gunungkidul serta dua perwakilan dari bawaslu.

“Selain itu tidak boleh masuk ke acara yang akan disiarkan secara langsung di televisi ini,” kata Hani.

Dia menjelaskan, dua debat lainnya akan diselenggarakan 3 dan 10 November mendatang. rencananya di debat kedua hanya menghadirkan calon wakil bupati, sedankan di debat pamungkas akan menghadirkan seluruh pasangan calon. “Akan disiarkan secara langsung di TVRI dengan durasi waktu sekitar 2,5 jam,” katanya.