Covid-19 Klaster Pendidikan Masih Muncul di Sleman, Ini Upaya Meredamnya

Ilustrasi - Pixabay
31 Oktober 2020 07:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus berupaya meredam kasus-kasus baru untuk klaster pendidikan. Meskipun secara umum sudah terkendali, namun secara sporadis masih ditemukan kasus baru di klaster ini.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan secara sporadis masih ditemukan kasus baru untuk klaster pendidikan. Meskipun begitu, katanya kasus baru di klaster pendidikan yang muncul tidak banyak. "Hari ini dari 40 kasus baru Covid-19, ada tiga orang dari ponpes Ngaglik 1," kata Joko kepada Harian Jogja, Jumat (30/10/2020).

Dijabarkan Joko, dari hasil tracing kasus Corona di klaster pendidikan ini sudah ratusan orang yang di-tracing. Untuk Ponpes Ngaglik 1 dari total santri yang di RDT 829 yang reaktif hanya 188 orang. Dinkes melakukan tes swab bagi 204 santri. "Mereka yang di swab 188 yang reaktif dan 16 orang yang bergejala. Hasilnya positif 135 santri yang positif," katanya.

Baca juga: Sejumlah Warga di Jogja Diduga Disiram Air Keras Saat Tengah Gowes

Sementara untuk kasus pesantren di Prambanan, total terdapat 20 santri yang positif. Jumlah tersebut berasal dari tracing yang dilakukan Dinkes kepada sekitar 500 orang santri. "Untuk yang pesantren di Moyudan ditemukan 14 kasus positif dari sekitar 250 santri yang ditracing. Untuk sementara aktivitas di pesantren dibatasi," katanya.

Dinkes terus berupaya meredam kasus baru klaster pendidikan ini. Selain mengevaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes), pengelola pondok pesantren juga diminta untuk lebih disiplin menerapkan prokes. Langkah lainnya, setiap ditemukan kasus baru kegiatan tracing dan penyekatan langsung dilakukan. Dinkes juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk meredam agar kasus baru tidak muncul.

"Yang pasti adalah kerja sama dengan Satgas Covid-19 dari masing-masing institusi pendidikan untuk menegakkan disiplin penerapan prokes. Secara cepat dilakukan tracing tapi sekaligus blocking agar kasus tidak meluas," katanya.

Baca juga: Gila! Hotel di Jogja Naikkan Tarif hingga 1.500 Persen di Libur Panjang Kali Ini

Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni mengatakan hingga kini dari 19 pesantren yang sudah mendapatkan rekomendasi hanya empat pesantren yang memiliki kasus positif Covid-19. Dua kasus di pesantren wilayah Ngaglik, dan masing-masing satu kasus di Prambanan dan Moyudan. Kemenag telah memanggil 19 pengelola pesantren yang sudah mendapatkan rekomendasi agar bersama-sama memperketat penerapan prokes.

"Kami meminta pondok pesantren yang sudah mendapat rekomendasi untuk berkomitmen dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun pada dasarnya pondok pesantren sudah menerapkan prokes secara ketat," katanya.

Untuk mencegah kasus baru muncul lagi, Kemenag Sleman terus berkoordinasi dengan Dinkes dan Satgas Covid-19 Sleman terkait penanganan pandemi di pondok pesantren. "Bagaimanapun penanggulangan pandemi ini membutuhkan sinergi semua pihak. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama," katanya.