TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus berupaya meredam kasus-kasus baru untuk klaster pendidikan. Meskipun secara umum sudah terkendali, namun secara sporadis masih ditemukan kasus baru di klaster ini.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan secara sporadis masih ditemukan kasus baru untuk klaster pendidikan. Meskipun begitu, katanya kasus baru di klaster pendidikan yang muncul tidak banyak. "Hari ini dari 40 kasus baru Covid-19, ada tiga orang dari ponpes Ngaglik 1," kata Joko kepada Harian Jogja, Jumat (30/10/2020).
Dijabarkan Joko, dari hasil tracing kasus Corona di klaster pendidikan ini sudah ratusan orang yang di-tracing. Untuk Ponpes Ngaglik 1 dari total santri yang di RDT 829 yang reaktif hanya 188 orang. Dinkes melakukan tes swab bagi 204 santri. "Mereka yang di swab 188 yang reaktif dan 16 orang yang bergejala. Hasilnya positif 135 santri yang positif," katanya.
Baca juga: Sejumlah Warga di Jogja Diduga Disiram Air Keras Saat Tengah Gowes
Sementara untuk kasus pesantren di Prambanan, total terdapat 20 santri yang positif. Jumlah tersebut berasal dari tracing yang dilakukan Dinkes kepada sekitar 500 orang santri. "Untuk yang pesantren di Moyudan ditemukan 14 kasus positif dari sekitar 250 santri yang ditracing. Untuk sementara aktivitas di pesantren dibatasi," katanya.
Dinkes terus berupaya meredam kasus baru klaster pendidikan ini. Selain mengevaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes), pengelola pondok pesantren juga diminta untuk lebih disiplin menerapkan prokes. Langkah lainnya, setiap ditemukan kasus baru kegiatan tracing dan penyekatan langsung dilakukan. Dinkes juga bekerjasama dengan instansi terkait untuk meredam agar kasus baru tidak muncul.
"Yang pasti adalah kerja sama dengan Satgas Covid-19 dari masing-masing institusi pendidikan untuk menegakkan disiplin penerapan prokes. Secara cepat dilakukan tracing tapi sekaligus blocking agar kasus tidak meluas," katanya.
Baca juga: Gila! Hotel di Jogja Naikkan Tarif hingga 1.500 Persen di Libur Panjang Kali Ini
Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni mengatakan hingga kini dari 19 pesantren yang sudah mendapatkan rekomendasi hanya empat pesantren yang memiliki kasus positif Covid-19. Dua kasus di pesantren wilayah Ngaglik, dan masing-masing satu kasus di Prambanan dan Moyudan. Kemenag telah memanggil 19 pengelola pesantren yang sudah mendapatkan rekomendasi agar bersama-sama memperketat penerapan prokes.
"Kami meminta pondok pesantren yang sudah mendapat rekomendasi untuk berkomitmen dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun pada dasarnya pondok pesantren sudah menerapkan prokes secara ketat," katanya.
Untuk mencegah kasus baru muncul lagi, Kemenag Sleman terus berkoordinasi dengan Dinkes dan Satgas Covid-19 Sleman terkait penanganan pandemi di pondok pesantren. "Bagaimanapun penanggulangan pandemi ini membutuhkan sinergi semua pihak. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.