Becak Motor Dibebaskan Masuk Malioboro Saat Uji Coba Pedestrian

Para pengemudi becak motor (betor) mendorong Betor mereka keluar dari halaman Kantor Gubernur DIY setelah tuntutan mereka dipenuhi, Rabu (26/9/2018) - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
02 November 2020 20:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Malioboro akan steril dari kendaraan bermotor selama hampir dua pekan yakni sejak Selasa hingga Minggu (3-15/11/2020). Dirasa terlalu memberatkan, pengemudi becak motor (bentor) menggelar aksi protes ke DPRD DIY dan Pemda DIY. Setelah audiensi, bentor akhirnya diperbolehkan masuk Malioboro selama uji coba.

Ratusan pengemudi bentor yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) menggelar aksi dan audiensi di DPRD DIY pada Senin (2/11/2020), yang kemudian ditemui Komisi C DPRD DIY. Karena hasil audiensi tidak memuaskan, PBMY melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur DIY.

Di situ, masa aksi ditemui oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana dan Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti. Dari audiensi tersebut, disepakati bentor boleh beroperasi di Malioboro selama dua pekan uji coba pedestrian, dengan sejumlah catatan.

BACA JUGA: Hari Ini Jogja Tambah 32 Kasus Baru, Perempuan 46 Tahun Meninggal karena Corona

Made menjelaskan pengemudi diperbolehkan beroperasi dengan jumlah yang dibatasi sebanyak 200 bentor dan harus tertib. Untuk pengaturannya, ia menyerahkan pada paguyuban. “Nanti ketua paguyuban dan satgas yuang mengatur,” ungkapnya saat ditemui wartawan seusai audiensi dengan PBMY, Senin (2/11/2020).

Meski demikian ia berharap pengemudi bentor dapat sebisa mungkin menghindari Jalan Malioboro dan lebih memanfaatkan sirip-sirip Malioboro untuk mencari penumpang. Menurutnya, Bentor sebenarnya tidak banyak mengambil keuntungan dari Jalan Malioboro, sehingga bisa mangkal di sirip-sirip Malioboro.

Ketua PBMY, Parmin, mengatakan sangat mengapresiasi keputusan Pemda DIY ini yang tetap memperbolehkan bentor beroperasi di Jalan Malioboro. “Tapi kita tetap titik edeng lah istilahnya, kalau bisa nggak lewat Jalan Malioboro ya nggak lewat,” katanya.

Menurutnya jika Malioboro tertutup untuk bentor akan sangat memberatkan. Terlebih bentor saat ini masih tertatih-tatih setelah ditempa pandemi covid-19 yang menyebabkan sumber pemasukannya hilang karena tidak ada wisatawan.

Ia mengaku PBMY siap mendukung semua kebijakan pemerintah termasuk Malioboro pedestrian, asalkan diberikan solusi yang tidak memberatkan.