Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 32 penambahan kasus positif pada Senin (2/11/2020). Bantul mendominasi penambahan ini sebanyak 18 kasus. Sementara 49 kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus dilaporkan meninggal.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Bantul 18 kasus dan Sleman 14 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 476 sampel dari 385 orang,” ujarnya.
BACA JUGA: Diterjang Ombak, Warung dan Fasilitas Umum di Pantai Glagah Porak Poranda
Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 11 kasus, periksa mandiri 7 kasus, skrining pasien 2 kasus, perjalanan luar daerah 4 kasus dan dalam penelusuran 8 kasus. satu kasus dilaporkan meninggal yakni Kasus 3.869, perempuan 64 tahun, Bantul, dengan komorbid diabetes melitus dan hipertensi.
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 4 kasus dan Sleman 45 kasus. dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 3.883 kasus, dengan 3.209 kasus sembuh dan 94 kasus meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Presiden Prabowo akan melantik sekitar 1.500 calon perwira remaja TNI dan Polri di Istana Merdeka pada Rabu pagi.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh SMP dan MTs menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan untuk mencegah pernikahan usia anak.
DPR RI meminta pemerintah mengevaluasi fenomena sekolah yang kekurangan murid. Lokasi sekolah hingga stigma sekolah favorit menjadi sorotan.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Pemerintah masih mengkaji lokasi PFII. Bali menjadi salah satu opsi, termasuk kawasan KEK yang statusnya dapat diubah jika diperlukan.