Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Dua orang melintas di jembatan bambu yang dibuat melintang di atas danau kecil di kawasan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Senin (2/11/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perubahan alur sungai bawah tanah di Pantai Baron mengakibatkan danau kecil seluas sekitar 1.000 meter persegi. Fenomena ini merupakan siklus rutin yang terjadi setiap lima tahun sekali.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan danau kecil ini berada di dekat tempat pelelangan ikan di Pantai Baron. Panjangnya sekitar 50 meter dengan lebar 20 meter. Kedalaman bervariasi dari 50 sentimeter hingga sepinggang orang dewasa.
BACA JUGA: Diterjang Ombak, Warung dan Fasilitas Umum di Pantai Glagah Porak Poranda
Danau ini membuat pengunjung yang ingin menuju pantau harus melewati jembatan bambu yang dibuat warga. Jika tidak, pengunjung bisa sedikit memutar dan melewati tanah berpasir di sisi barat yang lokasinya berada di dekat posko SAR. “Memang tidak menutupi seluruh area. Jadi, pengunjung bisa memilih lewat jembatan dari bambu atau jalur kering di dekat posko untuk bisa sampai di pantai,” kata Marjono saat ditemui di Posko SAR Satlinmas, Senin (2/11/2020).
Dia menjelaskan fenomena danau kecil di Pantai Baron bukan hal yang baru karena terbentuk setiap lima tahun sekali. Hal ini tak lepas dari perpindahan alur sungai bawah tanah, yang semula mengalir ke sisi timur menuju ke sisi selatan atau langsung mengalir ke laut.
“Ya sekarang seperti danau kecil karena sudah tidak ada aliran airnya karena sungai bawah tanah langsung menuju ke laut,” tutur dia.
BACA JUGA: Orang Kaya Inggris Ini Menambang Berlian dari Langit
Terbentuknya danau kecil ini juga disebabkan musim kemarau yang relatif lebih pendek. Akibatnya tidak semua pasir di pantai bisa tersapu dengan sempurna sehingga menimbulkan fenomena unik ini.
“Kalau biasanya saat aliran ke timur, muncul fenomena gundukan pasir mirip pulau kecil karena terpisah aliran air sungai bawah tanah. Tapi saat aliran berubah ke selatan, menghilangkan fenomena itu [pulau kecil], tapi tahun ini sedikit berbeda karena muncul adanya danau kecil,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, terus mengimbau kepada wisatawan untuk berhati-hati saat bermain di kawasan pantai “Imbauan tidak hanya kepada pengunjung, tapi berlaku pada nelayan. Misalnya, saat melaut harus memakai jaket pelampung untuk keselamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.