Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Jalur pedestrian di Jalan Malioboro, Kamis (22/10/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menilai pedestrian di kawasan Malioboro akan menambah daya tarik wisata, dan semakin nyaman untuk dinikmati wisatawan.
"Dengan ujicoba semi pedestrian lebih lama akan menambah daya tarik, dari sisi wisatawan lebih nyaman dinikmati, tidak ada kendaraan," kata Kepala Dinpar DIY, Singgih Raharjo, Selasa (3/11/2020).
Seperti dicontohhkan Singgih saat sebelum pandemi Covid-19, ada Selasa Wage, masyarakat punya euforia kegembiraan tersendiri. "Saya kira menambah meningkatkan magnet Malioboro, saya menyambut positif pedestrian itu. Apa lagi jadi penggal sumbu filosofi yang diusulkan sebagai warisan dunia," katanya.
Ketua Asita DIY, Hery Setyawan mengatakan pihak Asita sebagai salah satu pihak yang bergerak di dunia pariwisata akan mendukung, membantu mempromosikan pada calon wisatawan.
"Bagus ya, akan membantu sosialisasi calon wisatawan. Jika ada yang unik pasti akan jadi selling point, bisa membuat paket. Kombinasi lah nanti," ucap Hery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.