Percasi Kota Jogja Diharapkan Mampu Mencetak Bibit Unggul

Pelantikan Ketua Percasi Kota Jogja oleh ketua Percasi DIY, Bambang Wisnu Handoyo. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
04 November 2020 07:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Penyerahan dan pelantikan Ketua Percasi Kota Jogja telah diselenggarakan. Berbagai rancangan dan rencana pembangunan olahraga catur ke depannya segera digarap.

Penyerahan SK Ketua Percasi Kota Jogja diserahkan langsung oleh Ketua Percasi DIY, Bambang Wisnu Handoyo. Berlangsung di kediaman Bambang, diskusi tentang masa depan olahraga catur Kota Jogja pun dibahas.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang selalu mengingatkan dan menekankan seluruh komponen Percasi Kota Jogja untuk meningkatkan pembinaan atlet khususnya usia muda. "Semua itu didasarkan pada pembinaan, kejuaraan beberapa kali dimenangkan, tapi pertanyaannya apakah itu dimenangkan oleh atlet baru atau atlet lama," jelasnya pada Selasa (3/11/2020).

Menurut Bambang sangat penting memberi kesempatan dan ruang bagi atlet muda untuk ambil bagian dalam kompetisi. Baik kompetisi yang diadakan pemerintah maupun pihak lain. "Jadi patokan berhasilnya Percasi jangan hanya sekadar dari torehan gelar yang diraih, tapi juga pembinaan, masukkan atlet muda dalam kejuaraan, jika menang berarti pembinaan, bimbingan dan prestasi berhasil," ujarnya.

Perkataan Bambang tidak mengecilkan posisi atlet senior. Justru atlet senior dapat berlomba-lomba menciptakan murid yang mahir dan berbakat. "Jadi nanti di kompetisi bukan lagi atlet senior versus atlet senior, tapi murid-murid masing-masing yang saling berlomba, dengan begitu pembinaan usia muda dapat terus berjalan," jelasnya.

Selain itu atlet senior dapat diwadahi dalam ajang lainnya. Dengan demikian menurut Bambang baik senior maupun atlet muda tetap mendapat ruang dan kesempatan untuk bertanding. "Atlet senior buat perlombaan di luar yang sudah ada, saling bertanding, jadi kompetisinya juga makin banyak, jangan hanya menunggu kompetisi yang sudah ada, tapi coba Inisiasi perlombaan baru," terangnya.

Dari pengamatan Bambang, peminat permainan catur di Kota Jogja sangatlah banyak. Mulai dari catur bebas yang biasa di pos ronda sampai tingkat profesional. "Ini juga tugas kita merangkul pecinta catur di semua kalangan, mungkin bisa dibuat kompetisi catur bebas dari tarkam hingga tingkat kota, bisa juga dengan mendekatkan catur kembali ke masyarakat lewat membagikan papan catur ke tiap-tiap pos ronda, ini menarik," tuturnya.

Bagi Bambang penting bagi pejabat Percasi Kota Jogja yang baru untuk mampu mewadahi semua kalangan pecinta catur. Pembinaan dilakukan untuk regenerasi pecatur profesional muda, sementara event-event bersifat hiburan seperti catur bebas dapat menguatkan pondasi catur di kalangan masyarakat atau akar rumput. "Saya sangat mengapresiasi dan menantikan rencana Catur On The Street yang nantinya akan dilakukan di Malioboro, ini dapat mendekatkan dan mengenalkan catur kepada masyarakat," jelasnya.

Gerak Cepat

Ketua Percasi Kota Jogja, Baroto Wijatun yang baru saja dilantik mengungkapkan gerak cepat yang segera dilakukan ke depannya. Berbagai masukan dari Ketua Percasi DIY, Bambang Wisnu Handoyo terbilang penting. Wijatun menyampaikan jika kedepannya regenerasi atlet catur muda akan dilakukan melalui serangkaian pembinaan. "Harapannya atlet-atlet muda ini yang akan mengisi dan maju sebagai kontingen catur yang mewakili Kota Jogja di Porda yang akan datang," terangnya.

Sementara itu ide Catur On The Street Di Malioboro memang tengah digodok. Arahnya adalah sebagai agenda mengenalkan kembali catur kepada masyarakat. Ada beberapa strategi yang tengah dipertimbangkan seperti permainan catur dengan peserta terbanyak di jalan atau pun perlombaan. Namun arahnya lebih kepada hiburan kepada masyarakat. "Harapannya dengan pembinaan yang dilakukan tumbuh-tumbuh atlet-atlet catur muda yang menjadi regenerasi atlet-atlet sebelumnya," pungkasnya.