Gara-Gara Bentrok Antar Warga, Pemkab Bantul Tutup Stadion Sultan Agung Bantul

Stadion Sultan Agung. - Antarafoto
06 November 2020 15:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul resmi menutup sementara kompleks Stadion Sultan Agung Bantul, menyusul adanya insiden bentrok antarwarga yang terjadi pada Minggu (1/11/2020) lalu.

“Minggu lalu memang ada insiden bentrok antarmasyarakat. Antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. Sehingga jika dibiarkan akan mengganggu ketertiban dan keamanan setempat,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, Jumat (6/11/2020).

Menurut Helmi, selain dikhawatirkan bakal mengganggu ketertiban dan keamanan, insiden itu juga dimungkinkan akan memberi dampak kepada kondusivitas keamanan jelang Pilkada 2020.

Baca juga: Sekolah di Sleman Masih Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

“Jajaran Forkompimda memutuskan menutup sementara kegiatan di kompleks SSA. Sehingga kegiatan seperti Sunday Morning, ya mohon kesadaran dari pedagang untuk tidak memanfaatkan kawasan tersebut,” lanjut Helmi.

Helmi sendiri memastikan bentrokan yang terjadi tersebut bukanlah antarpendukung paslon di Pilkada 2020. Akan tetapi antarkelompok warga. Untuk motif, Helmi mengaku pihak Disdikpora dan Polres Bantul masih mendalami.

Baca juga: Peti Berlogo PLN Dipakai untuk Selundupkan 156 Kg Ganja

“Karena Disdikpora dan Polres sedang fasilitasi masalah ini. Yang jelas, kegiatan seperti sepak bola tidak kami rekomendasikan,” terang Helmi.

Kendati demikian, Helmi menyatakan jika soal perizinan untuk kegiatan di komplek SSA, pihaknya masih akan melakukan pengkajian.

“Jadi kasuistik nanti. Akan lihat nanti dampaknya seperti apa. Izin harus dikirimkan ke Disdikpora dan Gugus Tugas. Nanti Gugus Tugas yang akan menentukan,” tandasnya.