BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Dalang sedang mementaskan wayang kulit dari depan layar dalam kalaborasi 12 dalang dengan tema kepahlawanan yang digelar Dunas Kebudayaan Bantu, di Balai Desa Patalan, Bantul, Sabtu (7/11/2020) malam./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan 12 dalang yang digelar pada Sabtu (7/11/2020) malam di Balai Desa Patalan Bantul mengangkat tema kepahlawanan dan nasionalisme. Pertunjukan wayang kulit ini merupakan bagian dari memperigati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November.
Kepala Seksi Seni dan Film, Dinas Kebudayaan Bantul, Alib Biyono mengatakan pentas wayang kulit dikemas dengan pertunjukan kontemporer dengan menghadirkan 12 dalang dewasa. Ke-12 dalang tersebut yang naik panggung hanya tiga orang, sementara sisanya merupakan asisten dalang yang berada di belakang layar namun tetap berperan.
Sebelumnya pertunjukan tiga dalang utama dan sembilan asisten dalang di belakang layar sudah digelar 24 kali namun pementasan konvensional klasik, “Kami berikan kesempatan Persatuan Pedalangan Indonesia [Pepadi] Bantul membuat sebuah karya wayang kontemporer dalam rangka Hari Wayang Nasional,” kata Alib.
Pertunjukan wayang kulit kontemporer tersebut, kata Alib, mengangkat cerita Ampak-ampak Manduro. Kisah tersebut menceritakan kondisi negara Manduro yang dalam keadaan krisis. Kemudian ada tokoh yang ingin menggulingkan kekuasaan Raja Manduro. Ada tokoh-tokoh pahlawan kemudian bisa mengalahkan tokoh-tokoh jahat.
“Temanya memang kepahlawanan, epos nasionalisme memang konsen pertunjukan wayang tetap ada pesan-pesan moral yang bisa dipetik sesuai tema implementasi nilai luhur masyarakat. Nilai bisa diimplementasikan dalam tata karama, sopan santun, etika ajaran modal dan banyak lagi nilai. Kali ini pesannya menumbuhkan jiwa nasionalisme,” kata Alib yang juga bagian dari sutradara dalam pertunjukan wayang kulit dengan 12 dalang tersebut.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dinas Kebudayaan Bantul, Slamet Pamuji mengatakan pertunjukan wayang kulit dengan 12 dalang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Wayang Nasional. Sebelumnya atau Sabtu pagi, juga sudah digelar pementasan 10 wayang cilik dan remaja.
Kemudian malam harinya tiga dalang dan sembilan asisten dalang yang berkalaborasi mementaskan pertunjukan wayang kulit. “Ini wayang kreasi karena disitu ada kemasan sehingga terjadi dialog antar dalang mengupas cerita sekaligus hiburan,” kata Slamet. Ia berharap pementasan wayang tersebut menjadi tontonan menarik yang menghibur sekaligus menjadi tuntunan bagi masyarakat.
Hari Bersejarah
Slamet mengatakan, wayang kulit menjadi satu bagian kehidupan masyarakat indonesia terlebih lagi masyarakat Jawa dan sudah diakui dunia sebagai kekayaan Indonesia. Menurut dia Hari Wayang ini merupakan hari bersejarah bagi dunia pewayangan nasional sekaligus sebagai bentuk apresiasi masyarakat wayang oleh masyarakat interanasional.
“Kita diingatkan kembali ada satu hasil karya anak manusia berupa benda wayangnya dengan segala perlengkapannya dan warisan tak benda sebagai sebuah seni pertunjukannya,” kata Slamet.
Lebih lanjut Slamet mengatakan, wayang menjadi satu media untuk menyampaikan pesan pada masyarakat yang dikemas dalam sebuah cerita yang dibawakan oleh dalang. Disamping ada kreasi, namun wayang juga sumber edukasi. Ia berharap dunia pewayangan di Bantul tetap lestari dan banyak regenerasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pegadaian bergerak cepat membantu pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)