Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Gandung Pardiman./Ist
Harianjogja.com, BANTUL - Anggota DPR RI, Gandung Pardiman mengajak masyarakat untuk melawan semua informasi hoaks berkaitan dengan Coronavirus Disease atau Covid-19. Menurut dia masih banyak informasi hoaks Covid-19 yang bertebaran bahkan ada juga yang masih belum percaya terkait adanya penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.
Hal tersebut membuat masyarakat abai dalam melakukan disiplin protokol kesehatan sehingga kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. Informasi hoaks tersebut di antaranya soal Covid-19 hanya konspirasi global, virus corona tidak tahan dalam cuaca panas dan sebaliknya dalam cuaca dingin, minum ramuan tertentu dapat kebal terhadap corona.
"Ada bias informasi tentang Covid-19 di masyarakat dan masih ada aja yang tidak percaya," kata Gandung Pardiman, Sabtu (7/11/2020).
Baca juga: Simak Manfaat Tersembunyi Peregangan Otot
"Bagi yang tidak percaya mungkin karena belum kena saja. Kalau sudah kena, terpapar Covid-19 baru percaya," tambah Gandung.
Gandung mengatakan Covid-19 merupakan penyakit baru yang masih dalam penelitian cara menangkal dan mengobatinya. Meski ditemukan vaksin namun masih terus dianalisis sehingga yang harus dilakukan masyarakat saat ini adalah tetap disiplin protokol kesehatan minimal dengan 4M, yakni memakai masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.
"Hanya dengan disiplin protokol kesehatan pandemi ini cepat berlalu. Tanpa disiplin protokol kesehatan membuat pandemi tidak berakhir," ucap dia.
Lebih lanjut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DIY ini punya pengalaman menarik dengan orang yang tidak percaya Covid-19. Suatu waktu dia bertemu seseorang dan seseorang itu mengajak bersalaman. Dia kemudian menolaknya dan mengganti dengan salam mengepal. Namun orang itu malah mengejek dan memegang tangannya. Padahal dirinya berupaya menjalankan protokol kesehatan.
Namun demikian dia tidak memperpanjang persoalan tersebut. Bagi Gandung orang yang tidak percaya adanya Covid-19 karena belum merasakan langsung atau belum ada kerabat dekatnya yang terpapar. Dia mengingatkan faktanya saat ini banyak yang terpapar Covid-19 bahkan sampai ada yang meninggak dunia.
Baca juga: Cangkringan Zona Hijau, Pengungsi Belum Perlu Jalani Rapid Test
"Bagi yang orang tanpa gejala mungkin tidak masalah dan cepat sembuh. Kalau sudah akut lendir di tenggorokan katanya akan mengental seperti lem, masuk tidak bisa dan keluar juga tidak bisa sehingga harus pakai alat bantu ventilator," kata Gandung. Tapi baik OTG atau akut, keduanya dapat menularkan kepada orang lain.
Karena itu pria kelahiran Februari 1953 ini tidak bosan-bosannya dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat selalu mengingatkan disiplin protokol kesehatan agar pandemi cepat berlalu sehingga ekonomi kembali bangkit, "Perlu kesabaran dalam menjalankan protokol kesehatan," ucap Gandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.