Pemkab Bantul Jamin Anggaran Penanganan Bencana Cukup

Pejabat Sementara Bupati Bantul Budi Wibowo (depan) bersama Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyo (kedua dari kanan), Komandan Kodim 0729 Bantul Letkol Agus Indra Gunawan (ketiga dari kanan), dan sejumlah Pimpinan Forkompinda saat mengecek kesiapan alat dan personel dalam menghadapi bencana di Mapolres Bantul, Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
09 November 2020 14:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menjamin anggaran penanganan bencana alam maupun bencana non alam Covid-19 cukup sampai akhir tahun ini bahkan sampai awal tahun depan.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo mengatakan anggaran penanganan bencana melalui dana tidak terduga awalnya Rp129 miliar. Dana tersebut sudah digunakan untuk penanganan Covid-19 Rp88 miliar sehingga tinggal tersisa sekitar Rp41 miliar. Belum lama ini Pemkab Bantul mendapat bantuan dana penanganan bencana dari pusat Rp9 miliar. 

“Sehingga anggaran dana tidak terduga masih sekitar Rp50 miliar. Dana itu kami antisipasi untuk penanganan bencana. Apapun yang terjadi terkait bencana, dana dikeluarkan dan lebih mengedepankan penyelamatan jiwa manusia terlebih dahulu,” ujar Budi, seusai memimpin Apel Konsolidasi Dalam Menghadapi Bencana Alam di Halaman Polres Bantul, Senin (9/11/2020).

Budi mengatakan saat ini Bantul menghadapi ancaman bencana musim hujan ditambah lagi dengan adanya fenomena La Nina yang diprediksi bakal terjadi pada akhir bulan ini sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta. Antisipasi dini perlu dilakukan karena Bantul merupakan daerah yang diprediksi paling terdampak.

Baca juga: Mengganggu, Kandang Ayam di Piyungan Ditutup

Hal tersebut karena Bantul menjadi daerah hilir dari enam sungai besar di DIY. Belum lagi ancaman gelombang tinggi dari pantai selatan. Karena itu Pemkab Bantul perlu berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menyamakan persepsi dalam penanganan bencana tersebut. Selain itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) juga sudah diminta untuk melakukan lankah-langkah antisipatif.

“Bukan hanya Pemkab, Polres dan Kodim, tapi masyarakat juga perlu antisipatif, misalnya dengan membersihkan selokan dari sekarang, mencermati embung-embung agar cukup menampung luapan air hujan. Saya juga sudah minta Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan sungai-sungai,” ujar Budi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengatakan prediski musim hujan dan fenomena La Nina sampai 2021 mendatang. Karena itu anggaran dana tidak terduga (DTT) juga akan dianggarkan kembali di tahun depan, “Jika DTT tidak habis tahun ini bisa meluncur di tahun depan,” ucap Dwi.

Saat ini pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk relawan kebencanaan yang ada di desa-desa dalam menghadapi ancaman bencana. Sejumlah ancaman bencana yang kemungkinan terjadi di Bantul diakuinya seperti banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, dan angin puting beliung. Selain itu juga waspada ketinggian ombak di pantai selatan.

Baca juga: BPBD Gunungkidul Bagikan Ratusan Ribu Masker kepada Masyarakat

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menatakan sudah menyiapkan 250 personel khusus yang akan diterjunkan dalam menangani kebencanaan bersama unsur lain. Selain itu anggota di semua Polsek juga disiagakan, bahkan tiap mobil patroli juga dibekali dengan satu senso atau gerjagi mesin pemotong pohon. Selain itu Polres juga sudah menyiagakan mobil SAR, perahu karet, dan jetsky.