Advertisement
Mengganggu, Kandang Ayam di Piyungan Ditutup
Warga bersama Plt Camat Piyungan Roy Robert Edison Bonai dan Satpol PP saat menertibkan kandang ayam di Kunden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Senin (9/11/2020). - Harian Jogja/Jumali
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL - Satuan polisi pamong praja (Pol PP) bersama dengan pemerintah kecamatan Piyungan akhirnya menutup kandang ayam yang ada di Kunden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Senin (9/11/2020).
Penutupan kandang ayam ini dilakukan menyusul adanya protes dari warga yang merasa terganggu dengan keberadaan kandang tersebut.
Advertisement
Selain itu, penutupan kandang ayam tersebut juga sesuai dengan keputusan dari Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul yang menyatakan keberadaan kandang itu tidak berizin.
Kepala DP2KP Bantul Yus Warseno mengatakan, kandang tersebut sejatinya sudah diminta untuk tidak beroperasi sejak 2019. Namun, dalam perkembangannya, ternyata kembali dioperasikan.
Baca juga: 1.000 Masker Dibagikan di Candi Prambanan
“Ini sudah keputusan dari tim. Kami meneruskan kebijakan sebelumnya. Karena ternyata, kandang yang dulu ditutup tetap dioperasionalkan lagi. Oleh karena itu, kami tutup,” katanya.
Hal sama juga diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta. Yulius menyatakan, keberadaan jawatannya di tempat tersebut hanya sebatas membackup atas keputusan dari DP2KP.
“Kami hanya sebatas mem-backup saja. Keputusan penutupan ada di DP2KP,” katanya.
Plt Camat Piyungan Roy Robert Edison Bonai mengatakan kandang ayam milik Is Andariyah ditutup karena warga setempat merasa terganggu dengan keberadaan kandang karena berdekatan dengan permukiman warga. Selain itu, keberadaan kandang ayam tersebut juga tak mengantongi izin dari DP2KP.
Baca juga: Ratusan Santri Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pengurus Ponpes Krapyak
“Penutupannya sendiri berjalan lancar. Dan saat ini masih berjalan,” katanya.
Sebelumnya, Dukuh Kunden, Iswahyudi mengatakan, warga telah bersabar selama 15 tahun akan keberadaan kandang ayam tersebut. Adapun alasan utama agar kandang tersebut ditutup karena bau yang ditimbulkan.
“Warga merasa terganggu dengan bau yang ditimbulkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KSSK Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Mulai Dijual, Ini Jadwal dan Tipsnya
- Kulonprogo Siapkan Open Trip Terintegrasi dari YIA hingga Borobudur
- Biopori Jumbo Tekan Sampah Organik di Cokrodiningratan
- Kolaborasi Didorong, Pariwisata DIY Diarahkan Lebih Merata dan Inklusi
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Selasa 27 Januari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement



