Advertisement
Cegah PMK pada Ternak, Bupati Gunungkidul Gencarkan Bebersih Kandang
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat mencacah rumput kolonjono menggunakan mesin pencacah milik Kelompok Ternak Andini Mulyo di Kalurahan Bleberan, Playen. Rabu (28/1/2026).Harian Jogja - David Kurniawan.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya pencegahan penyakit ternak kembali ditekankan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui gerakan bersih kandang yang digencarkan langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih kepada para peternak di wilayah Bumi Handayani.
Langkah ini dipandang strategis untuk menekan risiko penularan penyakit hewan menular seperti lumpy skin disease (LSD), antraks, hingga penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih berpotensi muncul.
Advertisement
Ajakan tersebut disampaikan Endah saat menghadiri kegiatan panen rumput Kolonjono bersama Kelompok Ternak Andini Mulyo di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Rabu (28/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kebersihan kandang sebagai benteng awal perlindungan kesehatan hewan ternak.
“Ada lato-lato (LSD), antraks hingga penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini harus dicegah, salah satunya dengan gerakan membersihkan kandang,” kata Endah yang akrab disapa Mbak Endah.
BACA JUGA
Ia mengibaratkan kebersihan kandang ternak dengan kebersihan tangan dan kuku pada manusia. Menurutnya, tangan yang kotor dan jarang dibersihkan berpotensi menjadi media penyebaran penyakit saat digunakan untuk makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
“Kalau tangan yang kukunya kotor dan tidak sering dibersihkan, itu bisa menjadi sumber penyakit. Karena itu, kebersihan harus selalu dijaga,” ujarnya.
Mbak Endah menambahkan, kandang yang bersih tidak hanya berfungsi mencegah penularan penyakit, tetapi juga mampu meningkatkan semangat peternak dalam merawat ternaknya. Kondisi lingkungan yang terjaga dinilai berpengaruh terhadap kesehatan dan penampilan hewan.
“Kalau kandangnya bersih, ternaknya juga terlihat lebih sehat karena tidak banyak kotoran yang menempel di tubuh,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya fasilitas pembersihan ternak yang mudah dijangkau di sekitar kandang. Menurutnya, memandikan ternak tidak harus dilakukan di telaga karena tidak semua wilayah di Gunungkidul memiliki sumber air tersebut.
“Makanya dicetuskan adanya kamar mandi ternak di dekat kandang. Konsepnya seperti kamar mandi manusia, tapi ini khusus untuk membersihkan tubuh hewan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti, menegaskan bahwa penyakit hewan menular masih menjadi ancaman serius bagi peternak. Meski tren kasus menunjukkan penurunan, kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama terhadap PMK.
“Salah satu langkah pencegahan yang efektif adalah menjaga kebersihan kandang. Itu sebabnya gerakan bersih kandang terus kami dorong,” kata Retno.
Retno menjelaskan bahwa Kabupaten Gunungkidul masih tergolong wilayah endemis PMK. Kondisi ini menyebabkan potensi penularan penyakit dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada periode tertentu.
“Biasanya potensi PMK meningkat saat musim hujan. Namun, tahun ini relatif melandai karena lonjakan kasus terjadi pada akhir 2025,” ujarnya.
Selain kebersihan kandang, upaya pencegahan juga dilakukan melalui program vaksinasi ternak. Retno menyebutkan bahwa hingga Januari 2026, masih ditemukan enam kasus PMK di wilayah Gunungkidul, sehingga penguatan langkah antisipasi tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Harian Jogja/David Kurniawan
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat mencacah rumput kolonjono menggunakan mesin pencacah milik Kelompok Ternak Andini Mulyo di Kalurahan Bleberan, Playen. Rabu (28/1/2026). Harian Jogja/David Kurniawan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
AS Blokir Hasil Penjualan Minyak Venezuela Lewat Rekening Khusus
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Harga Cabai Rawit Merah Beringharjo Tembus Rp55.000, Pasar Lain Stabil
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
- Nyeri Neuropatik Kian Mengintai, Guru Besar UKDW Ungkap Faktanya
- Satpol PP Bantul Tertibkan Reklame Ilegal di Titik Strategis
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 28 Januari 2026 Pagi sampai Malam
Advertisement
Advertisement



