Ratusan Santri Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pengurus Ponpes Krapyak

Ilustrasi. - Freepik
09 November 2020 09:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pengurus Pondok Pesantren Al-Munawir Krapyak Fairuzi Afiq Dalhar mengatakan, sejatinya antisipasi telah dilakukan pihaknya jauh-jauh hari.

Salah satunya dengan meminta kepada santri yang datang untuk tidak menggunakan kendaraan umum. Selain itu, santri juga harus menunjukkan rapid test dengan hasil nonreaktif.

“Barang-barang yang ada juga disemprot disinfektan, serta menjalani karantina selama 14 hari. Kami juga menerapkan jaga jarak untuk ruangan. Yang semula diisi 10 orang, diisi 5 orang. Semua sudah kami antisipasi, termasuk kami beri mereka vitamin,” katanya.

BACA JUGA : 195 Santri dan Pengasuh Positif Covid-19, Ponpes Krapyak 

Sebanyak 195 santri dan pengasuh pesantren yang positif tersebut terhitung sejak tracing pertama pada 27 Oktober dan tracing kedua 3 November 2020. Pada Kamis (5/11/2020) hari ini diketahui sebanyak 131 orang santri dan pengasuh ponpes Krapyak positif Covid-19 dan sebelumnya juga tercatat 64 orang positif Covid-19. Dari total 195 kasus tersebut yang dinyatakan sembuh baru tiga orang.

Kepala Desa Panggungharjo, Sewon, Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan, sampai saat ini pembatasan sosial untuk kawasan pondok pesantren di Krapyak, desa setempat, masih tetap diberlakukan. Selain itu, pihaknya juga terus memberlakukan karantina bagi santri yang terpapar Covid-19. Pihaknya juga sudah meminta Pemkab untuk terus melakukan tracing kepada semua penghuni pesantren Krapyak agar mudah memetakan yang terpapar dan lebih terstruktur dalam penanganan.

“Kami juga terus melakukan pengawasan mengenai kondisi mereka. Karena ada tim paramedis yang juga bertugas di sana,” paparnya.

BACA JUGA : Begini Kronologi Terungkapnya 195 Santri & Pengasuh 

Lebih lanjut Wahyudi juga mengungkapkan, sebenarnya protokol kesehatan saat kedatangan santri beberapa waktu lalu sudah dilakukan. Di Krapyak terdapat sekitar 8000an santri. Tiap kompleks jumlahnya puluhan sampai ratusan santri. Dari jumlah tersebut yang sudah datang sekitar 2.800an santri di 18 kompleks. Proses kedatangan santri dilakukan secara bertahap dengan jumlah 200 santri per kedatangan.