Begini Kronologi Terungkapnya 195 Santri & Pengasuh Ponpes Krapyak Positif Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
05 November 2020 21:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Terungkapnya ratusan santri dan pengasuh di Pondok Pesantren Krapyak terinfeksi virus corona berawal dari salah satu santri yang baru datang dari luar daerah.

Kepala Desa Panggungharjo sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pesantren Krapyak, Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di pesantren Krapyak itu bermula dari satu santri yang baru datang dari salah satu daerah menunjukan gejala yang mengarah penyakit Covid-19.

BACA JUGA : Covid-19 Pukul Telak Pondok Pesantren

“Kemudian pengasuh pesantren berinisiatif melakukan swab pada santri tersebut dan diketahui hasilnya positif pada 23 Oktober,” katanya Kamis (5/11/2020) malam.

Kemudian pada 24 Oktober pengasuh pesantren berinisiatif melakukan tracing mandiri kepada 78 santri dan diketahui 64 santri di antaranya positif. Lalu 27 Oktober dilakukan tracing lagi yang menyasar 210 santri dan pengurus pesantren dan diketahui ada 131 yang positif sejak 3-5 November. “Yang 64 positif hasil tracing pertama sudah sembuh ada tiga orang,” ujar Wahyudi.

Sampai Kamis (5/11/2020) malam dari semua yang dinyatakan positif sebagian besar adalah orang tanpa gejala (OTG) sehingga karantina cukup di salah satu kompleks yang dikhususkan karantina. Hampir semua yang positif tersebut adalah santri putri. “Yang putra hanya 11 orang dan sudah dikirim ke selter kabupaten,” ujar Wahyudi.

BACA JUGA : Warga Ponpes yang Terinfeksi Terus Bertambah, Covid-19

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan sebenarnya protokol kesehatan saat kedatangan santri beberapa waktu lalu sudah dilakukan. Di Krapyak terdapat sekitar 8.000an santri. Tiap kompleks jumlahnya puluhan sampai ratusan santri. Dari jumlah tersebut yang sudah datang sekitar 2.800 santri di 18 kompleks. Proses kedatangan santri dilakukan secara bertahap dengan jumlah 200 santri per kedatangan.