Warga Ponpes yang Terinfeksi Terus Bertambah, Covid-19 di DIY Belum Melandai! Ini Data Terbaru

Ilustrasi. - Freepik
25 Oktober 2020 17:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 44 penambahan kasus positif pada Minggu (25/10/2020). Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 36 kasus, dimana 15 diantaranya merupakan hasil tracing lanjutan dari klaster pondok pesantren.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan ksaus berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 3 kasus, Bantul 2 kasus, Kulonprogo 2 kasus, Gunungkidul 2 kasus dan Sleman 35 kasus. “Dari pemeriksaan pada 592 sampel dari 559 orang,” ujarnya.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif sebanyak 26 kasus, periksa mandiri 4 kasus, perjalanan luar daerah 4 kasus dan masih dalam penelusuran 10 kasus. sebanyak 15 kasus hasil tracing kasus positif merupakan hasil tracing dari klaster pesantren di Sleman. “Lanjutan tracing dari hasil skrining Pendidikan,” ungkapnya.

BACA JUGA: PAUD di Bantul Gelar Tatap Muka, Disdikpora Bantul Bersuara...

Adapun kesembuhan kasus cukup banyak, yakni 68 kasus yang didominasi oleh doomisili Sleman, sebanyak 62 kasus. Selain dari Sleman, kesembuhan kasus juga terdiri dari Bantul 2 kasus dan Kulonprogo 4 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 3.550 kasus, dengan 2.910 kasus telah sembuh.

Dari jumlah tersebut, maka kasus aktif DIY saat ini sebanyak 552 kasus, dengan tingkat kesembuhan 81,97% dan tingkat kematian 2,48%. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan saat ini untuk kritikal sebanyak 20 bed dan non kritikal 155 bed. Masing-masing sisa 28 bed dan 249 bed.