Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Aktivitas bersih-bersih dalam launcing Jogja Cling di PASTY pada Jumat (13/2/2026). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jogja kembali menggulirkan program Jogja Cling 2026 untuk meningkatkan kebersihan trotoar dan ruang publik. Hal ini ditegaskan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat peluncuran kegiatan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Jumat (12/2/2026).
Pada tahun ini, Jogja Cling 2026 menyasar 14 titik pembersihan dengan melibatkan puluhan personel lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di setiap lokasi dan ditargetkan rutin setiap pekan. Program yang semula berfokus pada pengelolaan sampah itu kini diperluas mencakup kebersihan trotoar dan penertiban rumput liar.
“Program ini awalnya fokus mengelola sampah, kemudian ke aspek kebersihan lain di Kota Jogja,” katanya dalam Launching Jogja Cling di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Jumat (12/2/2026).

Hasto menjelaskan, kegiatan Jogja Cling pertama kali digelar pada 2025 sebagai gerakan gotong royong membersihkan sampah. Program yang diinisiasi Kodim 0734/Kota Jogja tersebut kini kembali dilaksanakan dengan cakupan lebih luas.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi telah terbangun sejak tahun lalu dan diharapkan semakin masif pada 2026. Ia optimistis gerakan kebersihan Kota Jogja tersebut mampu menjangkau lebih banyak titik dibandingkan sebelumnya.
“Harapan saya, kegiatan ini tidak bersifat musiman atau sporadis di beberapa lokasi saja, tapi merata di seluruh Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan trotoar menjadi kunci menciptakan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan sebagai pengguna jalan. Trotoar yang bebas sampah dan rumput liar dinilai mampu meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Jogja.
“Saya selalu sampaikan, jangan ada sampah atau rumput liar di mana pun. Dengan cara ini, saya kira kegiatan gotong-royong ini bisa menyelesaikan masalah kebersihan,” katanya.
Sementara itu, Dandim Kota Jogja Kolonel Inf Arif Setiyono berharap program Jogja Cling 2026 dapat berjalan berkelanjutan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dari Maret hingga Desember 2026.
“Untuk 2026, kegiatan akan berlangsung dari Maret hingga Desember. Prioritas kami adalah membersihkan trotoar sebagai tempat pejalan kaki, serta sampah organik dan rumput liar yang tidak pada tempatnya. Kegiatan ini juga dilakukan setiap minggu bekerja sama dengan DLH Kota Jogja,” katanya.
Sinergi Forkopimda Kota Jogja, Kodim 0734/Kota Jogja, dan DLH Kota Jogja dalam Jogja Cling 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus menjaga wajah Kota Jogja tetap bersih dan nyaman sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Pemerintahan Donald Trump dikabarkan akan mencabut tarif 50 persen atas sejumlah barang Kanada menjelang pemilu sela Kongres AS.
MenPPPA Arifah Fauzi mengajak Wanita Syarikat Islam memperkuat kemandirian ekonomi, mencegah kekerasan, dan melahirkan pemimpin perempuan.
Erick Thohir menyampaikan surat Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan FIFA.
Harga emas Pegadaian Sabtu (24/10/2026) bervariasi untuk Antam, Galeri 24, dan UBS. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.