Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Aktivitas bersih-bersih dalam launcing Jogja Cling di PASTY pada Jumat (13/2/2026). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jogja kembali menggulirkan program Jogja Cling 2026 untuk meningkatkan kebersihan trotoar dan ruang publik. Hal ini ditegaskan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat peluncuran kegiatan di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Jumat (12/2/2026).
Pada tahun ini, Jogja Cling 2026 menyasar 14 titik pembersihan dengan melibatkan puluhan personel lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di setiap lokasi dan ditargetkan rutin setiap pekan. Program yang semula berfokus pada pengelolaan sampah itu kini diperluas mencakup kebersihan trotoar dan penertiban rumput liar.
“Program ini awalnya fokus mengelola sampah, kemudian ke aspek kebersihan lain di Kota Jogja,” katanya dalam Launching Jogja Cling di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Jumat (12/2/2026).

Hasto menjelaskan, kegiatan Jogja Cling pertama kali digelar pada 2025 sebagai gerakan gotong royong membersihkan sampah. Program yang diinisiasi Kodim 0734/Kota Jogja tersebut kini kembali dilaksanakan dengan cakupan lebih luas.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi telah terbangun sejak tahun lalu dan diharapkan semakin masif pada 2026. Ia optimistis gerakan kebersihan Kota Jogja tersebut mampu menjangkau lebih banyak titik dibandingkan sebelumnya.
“Harapan saya, kegiatan ini tidak bersifat musiman atau sporadis di beberapa lokasi saja, tapi merata di seluruh Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan trotoar menjadi kunci menciptakan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan sebagai pengguna jalan. Trotoar yang bebas sampah dan rumput liar dinilai mampu meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Jogja.
“Saya selalu sampaikan, jangan ada sampah atau rumput liar di mana pun. Dengan cara ini, saya kira kegiatan gotong-royong ini bisa menyelesaikan masalah kebersihan,” katanya.
Sementara itu, Dandim Kota Jogja Kolonel Inf Arif Setiyono berharap program Jogja Cling 2026 dapat berjalan berkelanjutan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dari Maret hingga Desember 2026.
“Untuk 2026, kegiatan akan berlangsung dari Maret hingga Desember. Prioritas kami adalah membersihkan trotoar sebagai tempat pejalan kaki, serta sampah organik dan rumput liar yang tidak pada tempatnya. Kegiatan ini juga dilakukan setiap minggu bekerja sama dengan DLH Kota Jogja,” katanya.
Sinergi Forkopimda Kota Jogja, Kodim 0734/Kota Jogja, dan DLH Kota Jogja dalam Jogja Cling 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus menjaga wajah Kota Jogja tetap bersih dan nyaman sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Kemendag tarik Minyakita berbau solar dari peredaran. Produk diganti dan produsen terancam sanksi tegas.
Alyakha Kolektif Angkat Ancaman Deforestasi Papua Lewat Instalasi "Nafas Kehidupan" di ARTJOG 2026
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
China siapkan 12 profesi baru di era AI dan ekonomi digital. Industri AI tembus 1,2 triliun yuan, peluang kerja makin luas.