Covid-19 Pukul Telak Pondok Pesantren

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo (kiri), bersama Kabid Pakis Kanwil Kemenang DIY, Buchori Muslim (kanan) menjadi narasumber pada temu wicara Mencegah Klaster Covid-19 di Radio Star Jogja, kompleks Kantor Harian Jogja, Kecamatan Jetis, Rabu (4/11/2020).-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
04 November 2020 19:32 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY mengakui jika pandemi Covid-19 menjadi pukulan telak bagi lembaga pendidikan di bawah Kemenag, khususnya pondok pesantren yang ada di wilayah DIY.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag DIY Buchori Muslim mengatakan saat pandemi Covid-19 ini memang menjadi pukulan tersendiri bagi dunia pendidikan di dunia pesantren.

“Oleh karena itu, sebagian besar ponpes di DIY itu memulangkan anak didik mereka. Hampir seluruh ponpes vakum, tidak ada kegiatan sama sekali. Namun, masih ada ponpes yang tidak memulangkan santri dan tidak diizinkan untuk keluar dari area ponpes,” ujar Buchori Muslim dalam temu wicara Mencegah Klaster Covid-19 agenda Satgas Covid-19 RI dan Harian Jogja, Rabu (4/11/2020).

Berdasarkan catatan dari Kanwil Kemenag DIY, di DIY ada sekitar 320 pondok pesantren. Sebelum masa pandemi Covid-19, tujuh atau delapan bulan yang lalu ponpes menerapkan pembelajaran biasa seperti ngaji dan sekolah atau pendidikan formal.

Sebelum para santri dikembalikan ke ponpes, pihaknya mengadakan sejumlah pertemuan oleh sejumlah pihak. Upaya tersebut dilakukan agar Kanwil Kemenag DIY mampu menentukan langkah konkret terkait standar operasional prosedur yang akan diambil ketika memulangkan santri ke ponpes.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo memaparkan ponpes menjadi tempat yang patut diberikan perhatian lebih terkait dengan pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19. Mengingat sudah ditemukan kasus penularan Covid-19 di ponpes. Dinkes tidak menutup mata terkait dengan pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19 di ponpes yang ada di Sleman.

Dari 145 ponpes yang ada di Sleman, 50 di antaranya sudah mengajukan surat ke Dinas Kesehatan Sleman untuk segera ditinjau ke ponpes mereka masing-masing agar segera terbit rekomendasi aman Covid-19. Karena itu, ponpes bisa menggelar kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Sampai akhir Agustus ini sudah terbit rekomendasi bebas Covid-19 untuk 19 ponpes dari 50 ponpes yang sudah mengajukan rekomendasi bebas Covid-19 ke Dinkes Sleman. Ponpes ketika ingin bertekad untuk membuka pembelajarannya di tengah pandemi Covid-19 harus memiliki infrastruktur yang mampu mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19.