Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, melakukan pembatasan sosial untuk kawasan pondok pesantren di Krapyak, desa setempat. Bahkan salah satu kompleks diberlakukan lockdown total setelah ditemukannya 195 santri dan pengasuh pesantren tersebut yang positif Covid-19.
Sebanyak 195 santri dan pengasuh pesantren yang positif tersebut terhitung sejak tracing pertama pada 27 Oktober dan tracing kedua 3 November 2020. Pada Kamis (5/11/2020) hari ini diketahui sebanyak 131 orang santri dan pengasuh ponpes Krapyak positif Covid-19 dan sebelumnya juga tercatat 64 orang positif Covid-19. Dari total 195 kasus tersebut yang dinyatakan sembuh baru tiga orang.
BACA JUGA : Covid-19 Pukul Telak Pondok Pesantren
“Sejak tadi pagi kami memberlakukan karantina mandiri di satu kompleks, memisahkan sebagai tempat untuk melakukan penanganan terhadap santri maupun orang-orang yang berdomisili di Krapyak yang terpapar Covid-19. Insyaaalah mereka secara persebaran bisa dikendalikan karena tersentral di satu wilayah, satu gedung yang terpisah dengan santri atau penghuni lain,” kata Kepala Desa Panggungharjo sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pesantren Krapyak, Wahyudi Anggoro Hadi, dalam jumpa pers melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (5/11/2020) malam.
Wahyudi mengatakan ada 18 kompleks pesantren di Krapyak yang dibawah yayasan Al-munawwir dan Ali Maksum. Dari 18 kompleks tersebut hanya satu kompleks yang dikarantina mandiri sekaligus sebagai lokasi isolasi santri yang terpapar. Sementara 17 kompleks lainnya juga dibatasi aktivitasnya, mulai dari aktivitas belajar sampai aktivitas berhubungan dengan luar pondok untuk meminimalisir penyebaran. Sebab semua kompleks tersebut juga masih dalam satu kawasan.
BACA JUGA : Warga Ponpes yang Terinfeksi Terus Bertambah, Covid-19
Pemerintah desa juga sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten dalam melakukan karantina mandiri satu kompleks tersebut karena berkaitan dengan santri yang harus melakukan isolasi tersebut, mulai dari kebutuhan makan hingga kebutuhan alat-alat mandi. Pihaknya juga sudah meminta Pemkab untuk terus melakukan tracing kepada semua penghuni pesantren Krapyak agar mudah memetakan yang terpapar dan lebih terstruktur dalam penanganan.
Wahyudi mengatakan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan di pesantren Krapyak itu bermula dari satu santri yang baru datang dari salah satu daerah menunjukan gejala yang mengarah penyakit Covid-19. Kemudian pengasuh pesantren berinisiatif melakukan swab pada santri tersebut dan diketahui hasilnya positif pada 23 Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 24 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.