Subardi Gelar Pelatihan UMKM Serentak di Jogja

Angota Komisi VI DPR RI F-NasDem Subardi (tengah) saat menggelar pelatihan bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menenengah (UMKM) serentak di tiga Kabupaten di DIY, Minggu (15/11/2020). - Ist
15 November 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Angota Komisi VI DPR RI F-NasDem Subardi menggelar pelatihan bagi kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serentak di tiga Kabupaten di DIY. Pelatihan ini merupakan program aspirasinya yang ditindaklanjuti bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian sebagai mitra kerja di Komisi VI.

Pelatihan serentak ini digelar di Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo sejak 13 hingga 16 November 2020. Ada enam jenis pelatihan yang diikuti lebih dari 150 peserta, yakni pelatihan konveksi, elektronik, minuman herbal, olahan ikan, kosmetik dan bengkel las. Seluruh pelatihan ini dibekali oleh instruktur profesional dari kalangan pelaku usaha. Adapun peserta merupakan perwakilan dari lima rumah aspirasi Subardi di lima kabupaten/kota se DIY.

Subardi mendorong agar peserta serius mengikuti pelatihan. Semangat menjadi pengusaha harus ditumbuhkan meski baru merintis dengan usaha-usaha berskala mikro. “Niat menjadi wirausaha harus dimulai saat ini. Fokus dan tekuni potensi yang kalian miliki,” kata Subardi di sela kegiatan pelatihan, Minggu (15/11/2020).

Menurut politikus yang akrab disapa Mbah Bardi ini, untuk mencetak wirausaha tidak bisa serta merta dilakukan secara instan. Melalui pelatihan ini, ia optimis akan melahirkan banyak pengusaha baru. “Mencetak wirausaha tangguh, tidak bisa dilakukan sekejap. Perlu pembinaan yang fokus meningkatkan kualitas SDM. Saya yakin pelatihan ini adalah fase awal mencetak pengusaha baru," ujar Subardi.

Pelatihan ini merupakan gelombang kedua di tahun 2020. Sebelumnya pelatihan serupa digelar pada bulan Juli. Subardi menambahkan, semangat wirausaha dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi angka pengangguran.

“Sebagian yang ikut di gelombang pertama sudah berhasil eksis. Ada yang buka usaha konveksi, kerja sama dengan perancang busana. Ini contoh nyata, program aspirasi ini berjalan efektif. Banyak tumbuh wirausaha baru karena peserta yang lulus dipantau, didampingi dan diberi bantuan modal kerja,” terang Subardi. *