Delapan Orang Positif, Warung Bakmi di Gondomanan Jadi Klaster Baru

Ilustrasi. - Freepik
18 November 2020 16:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Setelah pekan lalu muncul kasus 18 orang dalam satu keluarga yang dinyatakan positif, kasus baru muncul dari usaha kuliner kaki lima. Dari satu kasus, paparan meluas ke tujuh orang kontak erat dari usaha kuliner bakmi di daerah Gondomanan.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan kronologi kasus Covid-19 di warung bakmi. Awalnya pemilik warung bakmi di Jln. Mayor Suryotomo, Gondomanan memiliki gejala Covid-19. Setelah dilakukan pemeriksaan pemilik warung bakmi asal Bantul tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. "Pemiliknya orang Bantul, domisili di Bantul, dirawat di Bantul dia bergejala. Kemudian kita Swab 16 orang [kontak erat]," terangnya pada Rabu (18/11/2020).

Anggota keluarganya dan pegawai terlebih dahulu menjalani Swab. Orang tua pemilik warung yang acap kali ke warung bakmi, tinggal di Jogja berbeda dengan pemilik warung yang berdomisili di Bantul. Baik keluarga maupun pegawai tidak tinggal dalam satu rumah seperti kasus klaster Soto Lamongan.

BACA JUGA: Muhammadiyah Berumur 108 Tahun, Begini Ucapan Terima Kasih Jokowi

Heroe menerangkan jika dari temuan pemilik warung bakmi yang positif selanjutnya 16 orang jalani Swab. Hasilnya tujuh orang dinyatakan positif sementara sembilan lainnya negatif. "Itu pedagang agak ramai, kaya pedagang angkringan. Itu sudah kita tutup sejak tanggal tujuh sampai sekarang kita tutup. Ini seperti kasus soto ditutup sampai kasus selesai," jelasnya.

"Kasusnya sama soto Lamongan itu, karena baru tahu bergejala baru kita Swab setelah itu, otomatis kan karena sudah kontak erat sedemikian rupa maka ada yang terpapar tadi yang tujuh positif dan yang sembilan negatif," ujar Heroe. Saat ini seluruh kontak erat dari kasus bakmi telah jalani Swab.

Kendala memang muncul untuk menelusuri data konsumen yang sempat membeli di warung bakmi tersebut. "Konsumen yang mencari susah, kita mengejar keluarga yang tujuh itu. Jadi kita mengimbau kepada pembeli bakmi di Jln. Mayor Suryotomo untuk menjaga kesehatan," ungkapnya.