Satpol PP Tertibkan Praktik Sewa Tikar di Pantai Sepanjang Gunungkidul
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Anggota MPR-DPR RI Gandung Pardiman saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di rumahnya di Kalurahan Genjahan, Ponjong. Selasa (17/11/2020).David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anggota MPR RI Gandung Pardiman mengingatkan potensi runtuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kalurahan Genjahan, Ponjong, Selasa (17/11/2020).
“Sekarang bukan ancaman disintergrasi, tapi rongrongan kehancuran terhadap NKRI. Ini harus dicegah agar Bangsa Indonesia tetap tegak berdiri,” kata Gandung kepada wartawan, Selasa.
Menurut dia, ancaman ini nyata yang dibuktikan adanya gerakan dari kelompok kanan dan kiri di Indonesia yang ingin berkuasa. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya berita bohong yang mudah dipercayai oleh masyarakat. “Ini harus dicegah agar NKRI tetap kokoh berdiri,” katanya.
Gandung menuturkan, kunci untuk menjaga kokohnya NKRI dengan mengamalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Ia menjelaskan, UUD 1945 menjadi roh untuk persatuan dan kesatuan bangsa sehingga harus dijaga. “Empat pilar ini penting karena menjadi satu kesatuan dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.
Dia juga menekankan, untuk Pancasila juga merupakan harga final dan tidak bisa diperas-peras lagi. Gandung menuturkan, Pancasila yang diakui adalah hasil kesepakatan yang dibuat pada 18 Agustus 1945. “Bukan Pancasila hasil rumusan 1 Juni atau 22 Juni, tapi hasil 18 Agustus yang jadi pedoman. Kalau yang lainnya, maka ancaman perpecahan bisa semakin nyata,” katanya.
Gandung mengatakan, Pancasila tidak hanya sebatas semboyan, tapi juga harus diamalkan di setiap sila hingga butir-butir yang terkandung di dalamnya. Ia pun menyakini apabila isi dari Pancasila bisa diamalkan, maka segala rongrongan dan ancaman terhadap bangsa dan Negara bisa ditanggulangi. “Mari bersama-sama untuk mengamalkan sila-sila yang ada dalam Pancasila,” katanya.
Politisi senior DPD Golkar DIY, John S Keban mengatakan, kehidupan bangsa dan Negara saat ini sama persis seperti yang terjadi sebelum pecah pemberontakan di 1965. Pada saat itu banyak sekali politik adu domba yang mengancam stabilitas Negara. “Sekarang ini juga sama sehingga harus diwasadai dan ditanggulangi,” katanya.
Keban menambahkan, eksistensi Bangsa Indonesia tidak hanya dirongrong dari dalam negeri tapi juga berasal dari luar. Hal ini tidak lepas dari posisi dan letak Indonesia yang strategis di mata dunia. “Tumpuan ekonomi dunia baru ada di kawasan Indopasifik dan Indonesia menjadi pintu masuknya. Jadi, NKRI harus terus dijaga dari segala ancaman yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.