Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Kasus positif Covid-19 dari Klaster Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo juga ditemukan di instansi lain di Kulonprogo. Instansi itu meliputi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta kantor Kapanewon Pengasih.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan berdasarkan laporan yang ia terima dari laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates selaku jawatan yang betugas memeriksa sampel swab test, Jumat (20/11/2020), diketahui ada 16 kasus baru Covid-19 di Kulonprogo. Dari jumlah itu, 10 di antaranya berasal dari klaster Disdukcapil.
Adapun 10 kasus dari klaster Disdukcapil itu terdiri dari empat pegawai di lingkungan Diskominfo, satu pegawai Bappeda, satu pegawai BKAD, satu pegawai Kantor Pemerintah Kapanewon Pengasih dan tiga sisanya berasal dari kontak erat keluarga kasus positif.
"10 kasus ini berasal dari klaster Disdukcapil. Sebelumnya kami telah melakukan tracing dan mendapati bahwa kontak erat juga ditemukan di instansi lain di Kulonprogo," terang Baning kepada awak media, Jumat sore.
Baning mengatakan dengan adanya 10 kasus baru itu, maka total jumlah penderita Covid-19 dari klaster Disdukcapil, saat ini telah mencapai 49 orang. Ada kemungkinan jumlah tersebut akan kembali bertambah mengingat proses tracing masih dilakukan dan belum swab test keluar hasilnya.
"Kemungkinan itu ada, tapi kami harap tidak," harap Baning.
Terhadap kasus positif dari instansi di luar Disdukcapil, gugus tugas telah meminta pegawai di kantor terkait itu untuk melakukan swab test di Puskesmas 1 dan 2 Pengasih. Guna mengantisipasi penyebaran virus agar tidak semakin meluas, kantor di mana pegawai itu kerja juga telah dilakukan disinfeksi.
Baning mengatakan untuk kantor Disdukcapil, masih akan ditutup setidaknya sampai pekan depan. Hal ini mengingat masih ada swab test pegawai kantor tersebut yang belum keluar hasilnya. Sedangkan untuk kantor di luar dukcapil yang menjadi tempat kerja bagi pegawai positif Covid-19 yang masuk klaster Disdukcapil bakal tetap buka.
"Untuk Diskominfo, Bappeda, BKAD dan Kapanewon Pengasih, karena pegawai yang terinfeksi tidak sebanyak Dukcapil, maka belum ada kebijakan penutupan kantor," jelas Baning.
Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19, kekinian jumlah penderita Covid-19 di Bumi Menoreh mencapai 345 orang, dengan rincian 245 sembuh, 94 isolasi mandiri, 27 isolasi rumah sakit dan 9 meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.