Kasus MBG Diusut, Kejagung Buka Peluang Tersangka Baru
Kejagung dalami kasus korupsi program MBG, 4 tersangka ditahan, peluang tersangka baru terbuka.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah pesan berantai beredar di masyarakat Jogja, isinya menggambarkan kondisi tidak sepenuhnya benar, mengenai RSUP Dr Sardjito. Kali ini, pesan yang muncul menyatakan bahwa, ada banyak klaster penularan COVID-19 di RS tersebut.
Dalam pesan berantai yang dikirimkan lewat WhatsApp, muncul informasi berbunyi seperti berikut:
RS sarjito lagi heboh kii....banyak paramedis sik positif covid
1. kluster anestesi
2. kluster obstetri
3. kluster radiologi
4. pav amarta ditutup
5. gd administrasi pusat ditutup
6. bedah tulang setop operasi
Selanjutnya, muncul pesan berantai \'tandingan\' yang menyantumkan nama Kepala Bagian Hukormas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, di akhir pesan.
Baca juga: Penting! Tips 3M dan 3K dari IDAI untuk Cegah Anak Terpapar Covid-19
Pesan itu, menegaskan bahwa pesan berantai yang tersebar terkait klaster COVID-19 sebelumnya, merupakan informasi tidak benar.
"Layanan RSUP Dr Sardjito tetap berjalan seperti biasanya. Tidak ada penutupan Pav Amarta, Gedung Administrasi Pusat, maupun ruangan lainnya. Kami tetap melayani masyarakat secara penuh," tulis pesan tersebut, dikutip dari SuaraJogja.id, Sabtu (21/11/2020).
Dalam pesan itu, disampaikan pula bahwa di masa pandemi COVID-19 yang belum hilang ini, tidak bisa dipungkiri penularan masih bisa terjadi.
"Dan para petugas memang ada yang terpapar, namun langkah cepat tracing telah dilakukan secara serentak dan tersistematis di RSUP Dr Sardjito. Sehingga penyebaran COVID-19 ini bisa dikendalikan," tambahnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas RSUP Dr Sardjito, untuk mematuhi segala protokol kesehatan yang kami tetapkan.
"Salah satunya, pasien tidak diperkenankan dibezuk," ujarnya.
Baca juga: Pandemi, Anak Tetap Perlu Diimunisasi
RSUP Dr Sardjito berharap, masyarakat juga tetap menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.
Terkait pesan berantai yang muncul dengan menuliskan namanya, Banu Hermawan membenarkan, pesan itu dikirim oleh pihak RS.
"Iya. Karena banyak yang WA mengabarkan hal tersebut," ungkapnya, kala dimintai konfirmasi wartawan.
Diketahui sebelumnya, di masa pandemi COVID-19, setidaknya RSUP Dr Sardjito menjadi target hoaks lebih dari satu kali.
Kali pertama, pada sekitar 22 Januari 2020, beredar pesan berantai disertai layar tangkapan percakapan aplikasi WhatsApp. Dalam pesan tersebut, nampak pengirim pesan berafirmasi "Kabag Op Sarjito".
Dalam pesan itu tertulis:
Pak tolong diinformasikan kepada teman2 taxol maupun konven....bila jemput pnumpang di sarjito diharuskan memakai masker..sehubungan dengan penyebaran virus seperti Wuhan dari China...pagi ini sudah ada 2 perawat yg tertular...terima kasih.
Selain itu, pada 28 Januari 2020, muncul informasi yang beredar di media sosial, perihal adanya pasien yang sebelumnya pernah mengunjungi Hainan, Tiongkok. Pasien tersebut dikabarkan melakukan tes kesehatan di Sardjito dan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Beberapa pesan berantai lainnya, muncul di tengah masyarakat dan RSUP Dr Sardjito telah memberikan keterangan resmi, lewat jumpa pers dengan sejumlah wartawan media massa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kejagung dalami kasus korupsi program MBG, 4 tersangka ditahan, peluang tersangka baru terbuka.
KSP Dudung Abdurachman tegaskan kritik diperbolehkan dalam demokrasi, namun jangan berubah jadi provokasi yang merusak persatuan bangsa.
Indonesia Insurance Summit 2026 digelar di Jogja, bahas AI, risiko global, hingga penguatan industri asuransi nasional.
Demo mahasiswa di Thamrin Jakarta belum bubar hingga malam. Polisi blokade Bundaran HI demi cegah kemacetan dan gangguan.
Hyundai siapkan 1.500 kendaraan dan robot canggih untuk Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.
Kejagung tetapkan Komisaris PT YAT sebagai tersangka korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan motor listrik Rp1,035 triliun.