Ngayogjazz 2020 Digelar Secara Daring

Ngayogjazz 2020 - Ist
22 November 2020 14:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, TEMPEL--Pada Ngayogjazz 2020, rangkaian acara berlangsung selama tiga mulai hari dari tanggal 19 hingga 21 November 2020. Rangkaian ini dibuka pada tanggal 19 November 2020, dengan Pungkasan Lekasan sebagai gawang acaranya. 

Bambang Paningron selaku Board of Creative Ngayogjazz mengatakan jika acara ini menjadi puncak dari rangkaian Lekasan yang diselenggarakan oleh JazzMbenSenen dan Ngayogjazz. Pungkasan Lekasan ini dimeriahkan oleh seluruh pranata acara yang ikut memeriahkan Ngayogjazz, juga penampilan ciamik dari beberapa pengisi acara seperti More on Mumbles, JazzMbenSenen, Mario Zwinkle & Joyosudarmo’s dan Brazzigur Brass Band.

"Momen ini juga digunakan sebagai peluncuran website baru Ngayogjazz yang saat ini sudah bisa diakses di www.ngayogjazz.com. Sedulur jazzsemua dapat mengakses rangkaian acara dari website Ngayogjazz," ujar Bambang pada Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: KABAR WISATA: Berhulu di Merapi, Grojogan Watu Purbo Diresmikan jadi Objek Wisata

Bambang dalam kesempatan ini juga menjelaskan pertimbangan mengenai diadakannya Ngayogjazz 2020 dengan sistem daring. Acara ini nantinya tetap disiarkan langsung dari Dusun Karang Tanjung, Pandowoharjo, Tempel, Sleman sebagai lokasi diselenggarakannya Ngayogjazz 2020. 

"Namun penonton hanya dapat menikmatinya secara daring di website. Vindra Diratara, salah satu Board of Creative Ngayogjazz, juga menjelaskan tata cara untuk menyaksikan rangkaian acara dari rumah melalui website yang sudah didesain khusus untuk menyambut Ngayogjazz 2020," sambung Bambang. 

Ia mengatakan bahwa sensasi ibadah jazz tentu akan berbeda karena kondisi saat ini tidak seperti perayaan di tahun-tahun sebelumnya. Selain tata cara menyaksikan, tak lupa juga dibagikan informasi mengenai para penampil yang akan memeriahkan rangkaian Ngayogjazz 2020. 

Rangkaian Ngayogjazz 2020 pada hari kedua tanggal 20 November dilanjutkan dengan pemutaran Ngayogjazz Dalam Layar yang menampilkan sebuah film singkat. Film ini bercerita mengenai Dusun Karang Tanjung, yang diselingi oleh beberapa penampil yang turut memeriahkan Ngayogjazz. 

"Dalam film ini digambarkan situasi desa wisata berbasis kampung iklim ini menyambut Ngayogjazz 2020. Terdapat juga dialog singkat pranata acara Ngayogjazz bersama warga, sekaligus penampilan dari beberapa kesenian dari Karang Tanjung yang ditampilkan dalam film seperti: Cokekan, Bregada, dan tari Rampak Emban," terangnya.

Baca juga: Saudara Mbah Maridjan Ini Masih Tetap Rajin Kunjungi Rumahnya yang Berada di Kawasan Rawan Bencana Merapi

Potensi desa seperti kerajinan pot sepet serta berbagai olahan jamur, seperti jamur krispi dan sate pun turut serta diperkenalkan. Film berdurasi singkat ini membawa suasana desa ke hadapan sedulur jazz semuanya. Kondisi Ngayogjazz kali ini tentunya akan berbeda daripada biasanya, desa yang biasanya riuh rendah akan terasa lebih lenggang. 

Namun, demi menjaga diri di masa pandemi, semuanya tetap mengikuti protokol Kesehatan dan menyaksikan secara daring. Seperti yang diutarakan oleh komandan lapangan Ngayogjazz, Ignasius Kendal dalam penjelasannya tentang Dusun Karang Tanjung, bahwa Ngayogjazz ingin menjaga lokasi ini karena kondisinya masih masuk dalam kategori zona hijau di masa pandemi. 

"Semua aktivitas yang biasanya bisa dilakukan di Ngayogjazz juga dihadirkan untuk sedulur jazz semua mulai dari pernak-pernik Ngayogjazz, penampil, atau pun Lumbung Buku tersedia di website Ngayogjazz," imbuhnya.

Penampilan Hari Terakhir

Pada rangkaian Ngayogjazz hari terakhir, Sabtu Legi, 21 November 2020 menampilkan para musisi Jazz yang terbagi dalam tiga panggung. Ketiga panggung tersebut adalah Panggung Serentak, Panggung Juang, dan Panggung Terjang. 

Penampil yang akan memeriahkan hari terakhir ini antara lain Idang Rasjidi, Ligro Trio, Nita Aartsen, Bintang Indrianto ft. Sruti Respati & Eugen Bounty, White Shoes & The Couples Company, Bonita & Adoy ft. Denny Dumbo & Silir Wangi, Kua Etnika, Brayat Endah Laras, Nationaal Jeugd Orkest and Ruben Rein (Belanda), MLDJAZZPROJECT Season 1 (ADORIA), Huaton Dixie, Semesta Leah, dan Komunitas Jazz Se-Nusantara. 

Hattakawa yang juga masuk dalam Board of Creative Ngayogjazz dan pada tahun ini tidak bisa hadir karena pandemi sehingga harus menyaksikan melalui website, mengatakan jika

kali ini Ngayogjazz berada diantara upaya untuk tetap bergerak, menggerakkan, dengan keadaan yang ada, dukungan dan doanya orang banyak.

“Ngayogjazz 2020 iku ana ing antarane tetep kudu obah, ngobahke, kahanan, sengkuyungan dan donga pangestu banyak orang. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, Ngayogjazz tetap berusaha untuk menghadirkan yang terbaik kepada sedulur jazz semua meskipun secara daring," pungkasnya.