Lulus dengan IPK 3,96, Dhea Ingin Kerja dan Kuliah S2 di Jepang
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Perkembangan kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Kota Jogja meningkat beberapa waktu terakhir. Penyakit penyerta atau komorbid diduga jadi sebab utama pasien Covid-19 meninggal dunia.
Serentetan kasus Covid-19 meninggal dunia di Kota Jogja menjadi sorotan. Sebab kenaikannha pun coba diusut. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi pada Kamis (25/11/2020) menerangkan jika beberapa pasien meninggal dunia memang memiliki komordbid dan kebanyakan Diabetes militus. Namun tidak semua pasien dengan komordbid berujung meninggal dunia.
Heroe mengatakan, meski sama-sama memiliki komorbid, daya tahan tubuh masing-masing pasien sangat memengaruhi. "Ya enggak [pasien komordbid meninggal dunia], masih ada yang sehat kembali. Tergantung kekuatan daya tahan tubuh dan kemampuan imunitasnya. Jadi ya tidak semua komordbid berakibat fatal," ujarnya.
Selain itu, Heroe menyebut jika kondisi psikis pasien juga dapat memengaruhi dalam proses penyembuhan. "Tergantung dari kondisi psikologis, yang paling penting kondisi psikologis dan kemampuan. Kalau psikologisnya stres memperburuk. Biasanya kalau udah kaya gitu kan orang kepikiran macam-macam," tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani juga membenarkan jika penambahan kasus meninggal akhir-akhir ini di Kota Jogja banyak muncul dari pasien dengan komordbid. "Kebanyakan karena komordbid dan yang terbanyak karena Diabetes militus," tandasnya.
BACA JUGA: Jadi Target Penelusuran, Warga di Kulonprogo Ini Sempat Menolak di-swab
Berdasarkan data yang disampaikan Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam rentang 22-25 November di Kota Jogja ada sebanyak tujuh orang. Beberapa pasien memang memiliki riwayat komordbid yang beragam. Pada Minggu (22/11/2020) ada tiga pasien Covid-19 yang meninggal dunia dengan rincian dua pasien memiliki komordbid penyakit Diabetes militus dan seorang lagi menderita Diabetes militus plus hipertensi.
Selanjutnya dua pasien Covid-19 asal Kota Jogja pada Senin (23/11/2020) juga dinyatakan meninggal dunia. Satu pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes militus sedangkan seorang lagi tidak disebutkan riwayat penyakitnya. Sehari berselang pada Selasa (24/11/2020) seorang pasien Covid-19 di Kota Jogja kembali dinyatakan meninggal, satu orang pasien tersebut memiliki komordbid Diabetes militus dan hipertensi. Terakhir jumlah pasien Covid-19 asal Kota Jogja lagi-lagi bertambah, namun kali ini tidak disebutkan riwayat komordbidnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.