Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN- Lonjakan kasus baru Covid-19 usai libur panjang akhir Oktober lalu, menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Sleman. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus baru pada libur akhir tahun mendatang, Pemkab akan menyiapkan kebijakam khusus terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kebijakan tersebut akan disampaikan sebelum libur akhir tahun dilaksanakan oleh masyarakat atau setelah proses pelaksanaan Pilkada di Sleman selesai. "Untuk saat ini, kami tetap mengingatkan agar semuanya mengetatkan aturan protokol kesehatan," tegasnya saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (24/11/2020).
Baca juga: Pasca-Libur Panjang Jogja "Panen" Kasus Covid-19
Dijelaskan Joko, lonjakan kasus Covid-19 di Sleman terjadi pada 14 hari setelah libur panjang akhir Oktober lalu. Meskipun belum ada penelitian, namun ia menduga lonjakan kasus yang terjadi pada November ini ada kaitannya dengan libur panjang. Oktober lalu, kata Joko, status Sleman sebenarnya tidak masuk zona merah. Menurut dia, pergerakan manusia saat liburan panjang akhir Oktober lalu berpengaruh pada situasi itu.
"Awal bulan, antara 1-14 November status Sleman saat itu sudah kuning. Setelah itu menjadi merah, termasuk DIY. Kajian ilmiahnya memang belum ada. Tetapi bisa jadi akibat aktivitas tinggi dari libur panjang akhir Oktober," jelasnya.
Baca juga: Makin Bertambah, Sehari 6 Warga DIY Meninggal karena Corona
Disinggung soal kemungkinan melakukan rapid test secara acak saat libur panjang nanti di sejumlah destinasi, Joko mengaku tidak akan melakukan itu. Menurut Joko, rapid test massal selain tidak dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan juga dinilai kurang efektif. "Sesuai arahan Kemkes, sekarang sudah tidak dianjurkan rapid tes massal. Jadi ya hanya pengetatan penerapan protokol kesehatan saja," kata Joko.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Selasa (24/11/2020) untuk wilayah Sleman terdapat tambahan 22 kasus positif, sehingga total kasus positif covid 19 di Sleman saat ini menjadi sebanyak 2.360 kasus. Adapun pasien sembuh, tercatat penambahan 19 kasus menjadi 1.883 kasus. Sendangkan pasien meninggal dunia bertambah 2 kasus menjadi 40 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.