Merespons Kasus Edhy Prabowo, Aktivis Gelar Aksi Tunggal di Depan Mandala Krida

Baharuddin Kamba, aktivis Jogja Corruption Watch melakukan aksi tunggal merespon dugaan kasus korupsi oleh Menteri KKP Edhy Prabowo dan pembangunan Mandala Krida, Kamis (26/11/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid.
26 November 2020 15:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Aktivis Jogja Corruption Watch Baharuddin Kamba melakukan aksi tunggal di Stadiun Mandala Krida dengan membawa properti seperti uang, lobster, dan topeng karakter superhero pada Kamis (26/11/2020). Aksi itu dilakukan untuk merespon penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Baharuddin Kamba menilai lobster dan uang menggambarkan kasus Edhy Prabowo yang diduga korupsi dalam kebijakan ekspor lobster.

BACA JUGA : Istri Menteri Edhy Prabowo Akhirnya Dilepas

“Persoalan korupsi di era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf masih ada,” kata Baharuddin.

“Ini baru satu menteri di periode Jokowi-Ma’ruf, kita tidak tahu empat tahun ke depan ada lagi atau tidak menteri yang kena OTT.”

Sedangkan topeng dengan karakter superhero menggambarkan Indonesia butuh pahlawan yang adil dan berani dalam hal penegakan hukum. Salah satu contoh superhero seperti Novel Baswedan yang merupakan ketua tim OTT kasus Edhy Prabowo.

BACA JUGA : Apa Peran Ngabalin dalam Penangkapan Menteri Edhy 

Ia sengaja memilih tempat aksi di Mandala Krida merupakan pengingat publik atas dugaan korupsi di gedung olahraga tersebut. Saat ini, KPK dalam masa penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Mandala Krida yang bernilai lebih dari 85 miliar rupiah.

“Kami mendorong KPK untuk segera menuntut tuntas kasus ini. Jangan sampai berita kasus Mandala Krida ini tertutup oleh kasus Edhy Prabowo,” ujarnya.