Berkat Sukarelawan, Pemakaman Jenazah Covid-19 di Bantul Mulus

Ilustrasi. - Freepik
27 November 2020 14:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, menyebut  tidak ada persoalan dalam pemakaman jenazah Covid-19. Pemakaman jenazah Covid-19 tidak hanya dilakukan oleh personel BPBD, tetapi juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan sukarelawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) yang ada di setiap desa.

“Di  Bantul tidak ada kendala [soal pemakaman jenazah Covid-19] karena ada pemberdayaan teman-teman Satgas Covid-19 desa. FPRB desa juga sudah jalan dan mampu memakamkan jenazah,” kata Dwi Daryanto, Jumat (27/11/2020).

Saat ini, kata Dwi Daryanto, pemakaman jenazah infeksius lebih banyak dilakukan satgas desa dan FPRB, “Dari BPBD maupun Satpol PP hanya melakukan pendampingan kalau diminta desa,” ucap Dwi.

BPBD Bantul sudah memberikan pelatihan dan penyaluran alat pelindung diri (APD) bagi sukarelawan pemakaman di desa.

Bendahara FPRB Kabupaten, Budianto, mengatakan FPRB merupakan bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 yang bertanggung jawab memakamkan jenazah maupun menyemprotkan disinfektan pada lingkungan atau rumah keluarga yang terpapar Covid-19.

BPBD akan menghubungi sukarelawan desa jika ada permintaan pemakaman jenazah infeksius yang sudah memenuhi tiga syarat, yakni adanya surat keterangan rumah sakit bahwa jenazah tersebut infeksius Covid-19, ada permintaan rumah sakit, dan ada persetujuan dari keluarga.

Setelah syarat itu terpenuhi, BPBD akan menghubungi sukarelawan desa untuk mempersiapkan pemakaman dengan APD lengkap. “Makakala satgas desa belum siap secara SDM dan APD, BPBD dan Satpol PP yang terjun langsung melakukan pemakaman,” ucap Budianto.

Berdasarkan data dari BPBD Bantul, sampai saat ini sudah ada 61 jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Dari jumlah tersebut 50 jenazah ditangani langsung pemakamanannya oleh tim dari BPBD dan Satpol PP. Sementara 11 jenazah lainnya pemakaman dilakukan oleh satgas Covid-19 yang ada di desa dan FPRB.