Komunitas Banyu Bening Ajak Warga Manfaatkan Air Hujan

Anak anak saat diberikan pengetahuan terkait dengan pentingnya pemanfaatan air oleh salah satu anggota komunitas Banyu Bening di Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (29/11/2020).Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
29 November 2020 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemanfaatan air hujan merupakan hal penting. Pasalnya, ketersediaan sumber daya alam berupa air tanah yang semakin hari semakin menipis menjadikan upaya pemanfaatan air hujan mampu menjadi solusi menjaga ketersediaan sumber daya air.

Ketua Komunitas Banyu Bening Sri Wahyuningsih, 53, warga Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman mengatakan jika dalam rangka untuk menjaga sumber daya air, pihaknya melakukan pemanfaatan air hujan yang turun ke bumi Tempursari. Bahkan, pihaknya sampai-sampai menggelar Kenduri Banyu Udan.

"Di banyu bening itu kita mengusung konsep lima M. M pertama yakni menampung air hujan, kemudian mengolah dengan cara apapun bisa dimasukkan ke kendi atau langsung ditaruh di wadah kemudian direbus juga tidak apa-apa. Kemudian, meminum air hujan, karena tidak semua warga mau meminum air hujan," ujar Sri Wahyuningsih saat diwawancarai oleh Harian Jogja di Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (29/11/2020).

Harapannya, lanjut Ning sapaan akrab Sri Wahyuningsih yaitu setelah warga mau minum air hujan dan merasakan manfaatnya bisa mengajak orang lain untuk bisa memanfaatkan air hujan. Keempat, warga diajak menabung air hujan, dan kelima adalah masyarakat bisa mandiri dengan melakukan pemanfaatan air hujan.

"Kenapa sih harus diminum, air hujan itu salah satu air, jika dibandingkan air yang lain, adalah air yang mengandung sedikit polutan atau mineral penyertanya. Apalagi, sebelum air menyentuh ke tanah, sehingga membuat klaster molekul di air hujan itu sedikit, sehingga air hujan mampu masuk dengan mudah masuk ke dalam sel manusia," terangnya.

Air hujan sendiri, lanjut Ning, sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam rangka untuk mempertahankan daya tubuh seseorang. Terlebih, saat ini sedang masa pandemi Covid-19, dimana daya tahan tubuh menjadi hal yang sangat penting untuk mengindari terpaparnya virus.

"Bagaimana nutrisi yang masuk ke dalam tubuh bisa terdistribusi dengan baik melalui air hujan. Lebih-lebih sel sel yang sudah rusak yang ada di dalam tubuh kita juga bisa diperbaiki melalui air hujan. Air hujan sangat bermanfaat bagi tubuh manusia," terang Ning.

Komunitas banyu bening sendiri mempunyai jejaring yang ada di seluruh nusantara. Ning mengklaim jika komunitas banyu bening yang dikepalainya mempunyai jejaring dari Sabang sampai dengan Merauke.

"Harapannya apa yang sudah dilakukan oleh Komunitas Banyu Bening mampu memberikan dampak untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama (memanfaatkan air hujan). Sehingga, masyarakat mandiri soal air yang menjadi kebutuhan mendasar setiap manusia," terangnya.

Sementara itu, Arik Sugiyarto Selaku Pengamat Irigasi Sumber Daya Air Dinas PUP ESDM DIY mengatakan jika pihaknya menyambut baik terkait dengan upaya komunitas Banyu Bening dalam melakukan pemanfaatan air hujan. Pihaknya ingin mendorong agar apa yang sudah dilakukan oleh komunitas Banyu Bening bisa dilakukan oleh masyarakat di wilayah lain.

"Kami ikut mendorong dalam mengkampanyekan komunitas banyu bening agar bisa menggema ke masyarakat semua. Ke depannya, upaya untuk melestarikan sumber daya air bisa dilakukan oleh semua kalangan," terangnya.

Kelanggengan sumber daya air, lanjut Arik, perlu dijaga agar air di masa mendatang bisa dinikmati anak cucu kita. Ketersediaan air yang semakin hari semakin menipis menjadi alasan yang masuk akal bagi setiap warga untuk melakukan pemanfaatan air hujan.

"Air sekarang semakin langka, kita ini seringkali kalau musim penghujan kaya akan air tapi ketika musim kemarau susah air. Sehingga pada saat musim penghujan ini kita bisa memanen air sebanyak banyaknya. Sehingga melestarikan sumber daya air ini menjadi penting," pungkas Arik. (Adv)